TRIBUNJAKARTA.COM - Niat baik seorang pelatih tinju di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, berujung petaka. Setelah mencoba melerai dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ia justru menjadi sasaran ancaman pria bersenjata celurit.
Pria yang diduga melakukan pengancaman itu kini telah ditangkap polisi. Bahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku berinisial IA (32) positif menggunakan narkoba.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasr, membenarkan penangkapan tersebut.
"Betul, kejadian tersebut kemarin Senin (8/6/2026) malam dan sudah kita amankan di Polsek," kata Bobi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (9/6/2026).
Menurut Bobi, peristiwa itu bermula dari keributan rumah tangga yang terjadi di sekitar lokasi latihan tinju.
"Permasalahannya dipicu adanya keributan rumah tangga," ujarnya.
Polisi juga menemukan fakta lain setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Berdasarkan hasil tes, IA dinyatakan positif narkoba.
Meski demikian, proses mediasi terkait kasus pengancaman masih berlangsung.
Sementara untuk temuan narkoba, polisi memastikan akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
"Pelaku sudah kita amankan di Polsek dan sedang proses mediasi, terkait narkobanya akan kita lakukan sesuai aturan rehab," tambah Bobi.
Sebelumnya, pelatih tinju bernama Roby Aji Prabowo (30) menceritakan awal mula dirinya terlibat dalam insiden tersebut.
Saat itu, Roby bersama sejumlah rekannya sedang menjalani latihan di dekat Rumah Pompa Kalibaru milik PUPR.
Di tengah latihan, mereka mendengar suara pertengkaran pasangan suami istri dari arah jalan tidak jauh dari lokasi.
Situasi kemudian memanas ketika seorang perempuan terdengar berteriak meminta pertolongan.
"Nah pada saat dicekik, dia teriak si perempuannya, 'Tolong! Tolong! Tolong!'. Kita latihan posisi di sini, ini wilayah tempat saya latihan. Ibaratnya kan, ya masa kita ada orang yang dicekik seperti itu kita diem aja?" kata Roby.
Berbekal rasa empati, Roby dan rekan-rekannya berusaha melerai dan memisahkan pasangan tersebut.
Namun tindakan itu justru memicu kemarahan IA.
Menurut Roby, pelaku tidak terima karena merasa urusan rumah tangganya dicampuri.
"Singkat cerita dia teriak minta tolong ya sudah kita lerai, kita pisahkan. Bahasanya dia enggak terima lah apalah saya ikut campur lah," ujarnya.
Tak lama setelah itu, IA pulang ke rumah. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali ke lokasi sambil membawa sebilah celurit.
Roby mengaku menjadi sasaran ancaman dan intimidasi dari pelaku yang datang dalam kondisi emosi.
"Dia juga posisinya masih ngayunin emang mau niat begitu (membacok). Dia berkata kasar ke saya dengan mengatakan kata-kata toxic," kata Roby.
Situasi sempat mereda dan latihan kembali dilanjutkan. Namun drama belum berakhir.
Sekitar tengah malam, IA kembali mendatangi lokasi latihan.
Kali ini, ia disebut melemparkan batu ke arah lokasi sebanyak tiga kali sambil melontarkan ancaman.
"'Awas lu ya', nah gitulah bahasanya," ucap Roby menirukan perkataan pelaku.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Roby berharap kejadian itu menjadi pelajaran bagi semua pihak dan pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
"Saya sih berharap yang terbaik aja. Kalau dia bisa berubah ya mungkin terbaiknya gimana, tapi kan menunggu keputusan dari temen-temen juga. Bukan saya sendiri," pungkasnya.