Mytin Bertahan Tinggal Sendiri di Rumah Warisan Keluarga yang Atapnya Rusak
Yoseph Hary W June 09, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Mytin Prastika (31), menjadi salah satu warga penerima bantuan stimulan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo pada Selasa (09/06/2026). Bantuan itu merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

Mytin pun sempat memperlihatkan rumah yang ia tempati sendirian setidaknya selama 3 tahun terakhir. Sejak ayahnya meninggal dunia.

"Sekarang ini saya yatim-piatu, ibu saya berpulang saat saya masih kelas 2 SMA, sedangkan ayah meninggal dunia 3 tahun lalu," kata perempuan yang tinggal di Padukuhan Gadingan, Kelurahan Wates, Kapanewon Wates ini.

Rumah peninggalan orang tua

Mytin menuturkan bahwa rumah itu merupakan peninggalan neneknya, lalu diteruskan ke kedua orang tuanya. Ia pun menjadi penghuni terakhir yang masih menempati rumah yang sudah cukup berumur itu.

Sebab adiknya yang juga perempuan sudah menikah dan kini ikut suaminya tinggal di Madiun, Jawa Timur. Namun ia tidak sepenuhnya sendirian, sebab kerabatnya tinggal bersebelahan dengan rumah yang ia tempati.

"Jadi sebenarnya tidak benar-benar sendirian, masih ada saudara yang tinggal di sini juga," jelas Mytin.

Atap bocor dan dinding anyaman bambu rusak

Rumah berbentuk joglo tersebut kini kondisinya cukup memprihatinkan. Seperempat atapnya sudah jebol, sedangkan sebagian temboknya yang terbuat dari anyaman bambu juga mulai usang dan rusak.

Mytin bercerita bahwa rumah itu kerap bocor saat hujan deras, bahkan membuat kamarnya kebanjiran. Alhasil, ia kini harus mengungsi sementara di rumah depannya, yang juga masih milik keluarga.

"Sudah pernah coba diperbaiki, tapi ya bocor lagi," kata perempuan yang kini bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Mytin sendiri tidak pernah mengajukan usulan untuk bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya. Namun rupanya, Ketua RT setempat sudah mengajukan usulan ke Pemkab Kulon Progo agar rumah warisan orang tua milik Mytin direhabilitasi.

Mytin pun akhirnya langsung menerima kabar bahwa ia menjadi salah satu penerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Bantuan stimulan yang ia terima nilainya mencapai Rp 20 juta.

"Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mendapat bantuan ini," ujarnya.

Perbaikan

Mytin berencana membenahi tembok hingga atap rumah tersebut agar lebih layak ditempati. Seperti menggantikan dindingnya dari bahan anyaman bambu menjadi tembok permanen yang terbuat dari susunan bata.

Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Baznas Kulon Progo, Sugiyanto menjelaskan jika Mytin merupakan penerima bantuan bersifat insidentil. Sebab ada sejumlah pertimbangan khusus yang membuatnya bisa menerima bantuan.

"Sebenarnya secara regulasi, syarat penerima bantuan harus sudah berkeluarga, tapi kami menilai Mytin sangat layak menerima bantuan," jelasnya.

Menurut Sugiyanto, pertimbangannya adalah agar Mytin bisa tinggal dengan layak di rumah warisan keluarganya itu, terutama saat sudah berkeluarga nanti. Apalagi kondisi bangunannya sudah memprihatinkan sehingga butuh penanganan cepat.

Lolosnya Mytin menjadi penerima bantuan juga tak lepas dari peran Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Meski begitu, ia memastikan Mytin tetap melalui proses sesuai ketentuan sebelum lolos sebagai penerima bantuan.

"Tetap ada proses verifikasi yang kami lakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," kata Ambar.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.