Sosok Pemilik Anjing Berburu di Bogor, Gelagatnya Disorot seusai Korban Meninggal Dunia
Ahmad Nur Rosikin June 09, 2026 11:42 PM

- Inilah sosok pemilik anjing pemburu babi hutan yang peliharannya menyebabkan seorang bocah di kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor meninggal dunia.

Ternyata sang pemilik anjing pemburu berinisial Y bukanlah warga asli Bogor.

Dia merupakan warga Jakarta yang melakukan perburuan babi hutan di wilayah Jasinga.

Diwartakan sebelumnya, anjing milik Y menyerang lalu menggigit bocah asal Desa Argapura, Jasinga, Bogor berinisial MAS pada Minggu (7/6/2026).

Akibat serangan tersebut, bocah usia 9 tahun itu pun tewas dengan luka parah di sekujur tubuh.

Kejadian nahas itu pun cepat mendapat atensi kepolisian.

Penyidik Polres Bogor langsung mengamankan Y beserta anjing-anjingnya.

Usai diperiksa intensif oleh penyidik, Y pun resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (8/6/2026).

Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri mengungkap alasan pemilik anjing pemburu tersebut jadi tersangka.

"Simpelnya (pemilik anjing) dianggap lalai," ujar AKP Silfi Adi Putri.

Akibat kasus tersebut, Y pun terancam dijerat Pasal 474 dan Pasal 336 KUHP.

"Kalau Pasal 474 itu tindak pidana setiap orang karena kealfaannya mengakibatkan matinya orang lain dan atau Pasal 336 setiap orang tidak mencegah hewan dalam penjagaannya yang menyerang orang atau hewan," kata AKP Silfi Adi Putri.

Y terancam mendapatkan hukuman maksimal pidana lima tahun penjara dan atau denda paling banyak kategori V dan pidana penjara paling lama lima bulan dan atau pidana paling banyak kategori II.

Kini resmi jadi tersangka, gelagat Y jadi sorotan.

Pasalnya setelah bocah asal Jasinga meninggal dunia akibat digigit anjing peliharannya, Y tampak panik.

Hal itu terlihat dari video yang merekam detik-detik ayah korban, Solehudin melabrak Y.

Momen itu terjadi di dekat lokasi kejadian.

Dalam video terlihat Solehudin emosi saat mengetahui pemilik anjing yang jadi penyebab putranya tewas mengenaskan ada di TKP.

Tanpa pikir panjang, Solehudin pun langsung memaki dan menunjuk-nunjuk Y.

Melihat ayah korban mengamuk, Y tampak pasrah.

Di momen tersebut terlihat Y masih memegangi anjing-anjingnya.

Namun sebuah kabar mengejutkan muncul satu hari setelahnya.

Anjing-anjing yang diduga menewaskan MAS dikabarkan mati.

Ada dua anjing yang diduga menggigit dan menyerang MAS di Jasinga.

Hal itu diketahui dari bekas darah di bibir dua anjing tersebut.

Bukan cuma dua anjing yang diduga menggigit MAS, dua anjing pemburu lainnya juga mati.

Terkait penyebab anjing-anjing itu mati, polisi menguak fakta tak terduga.

Bahwa anjing-anjing Y itu mati lemas karena tak bisa bernapas di dalam mobil.

Diduga setelah insiden bocah tewas, Y mengurung anjingnya di dalam mobil.

Akibatnya, anjing-anjing tersebut pun ikut tewas.

"Saat (anjing pemburu) di dalam mobil mungkin mobilnya tidak dinyalakan sehingga menyebabkan kematian dari para anjing tersebut," imbuh AKP Silfi Adi Putri.

Kendati demikian, penyidik tetap membawa anjing-anjing tersebut ke Puslabfor Polri.

Penyidik tengah mendalami dugaan anjing-anjing milik Y tersebut apakah mengidap rabies atau tidak.

"Hasilnya (soal tes rabies) belum, lagi dikerjakan oleh Labfor," sambung AKP Silfi.

Sebelumnya, Y sempat mengurai pengakuan mengejutkan soal alasan melepas begitu saja anjing-anjing pemburunya.

Kata Y, anjing yang ia beri nama Patrick dan Ozil itu tidak galak.

"Kalau berdasarkan keterangannya sih tidak (buas) ya, katanya sudah biasa, baru kali ini menyakiti manusia katanya. Sebelum-sebelumnya belum pernah mengejar orang," pungkas AKP Silfi.

Namun nahas, anjing-anjing yang dikira jinak oleh Y itu justru menyerang MAS, bocah tak berdosa yang sedang mancing belut bersama teman-temannya.


#viraldimediasosial #medsos #regional #bogor #anjing

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.