Tak Hanya Kurma, Jemaah Haji Kirim Wajan hingga Teko dari Arab Saudi via Pos Indonesia
Tribun-video June 09, 2026 11:56 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Layanan kargo menjadi alternatif bagi jemaah haji yang ingin membawa lebih banyak oleh-oleh tanpa harus khawatir kelebihan bagasi saat pulang ke Indonesia.Salah satu penyedia layanan tersebut adalah PT Pos Indonesia yang selama musim haji membuka layanan pengiriman barang dari Makkah dan Madinah ke berbagai daerah di Tanah Air.Uniknya, oleh-oleh yang dikirimkan jemaah melalui layanan kargo Pos Indonesia tidak melulu berupa kurma, pakaian, sajadah, atau perlengkapan ibadah lainnya.Petugas Pos Indonesia di Makkah, Karyadi mengungkapkan, isi paket kiriman jemaah sangat beragam dan kerap di luar perkiraan."Ada wajan, alat-alat rumah tangga, terutama jemaah di daerah Makassar banyak yang kirim teko, sajadah besar, dan lainnya," kata Karyadi kepada tim Media Center Haji (MCH) di Al Waha, Kakiyah, Makkah, Senin (8/6/2026).Lebih lanjut Karyadi menjelaskan, untuk memanfaatkan layanan pengiriman tersebut, caranya sangat mudah. Jemaah hanya perlu mendatangi posko Pos Indonesia yang berada di sejumlah lokasi atau menghubungi petugas yang telah disediakan.Setelah itu, barang-barang yang akan dikirim cukup diserahkan kepada petugas untuk dilakukan proses pengemasan."Kami packing semuanya. Jemaah cukup membawa barangnya dalam kantong plastik. Nanti kami yang merapikan ke dalam kardus," ujar Karyadi.Menurut dia, petugas akan menyesuaikan ukuran kardus dengan barang yang dikirim agar isi paket tetap aman selama proses pengiriman."Kalau kardusnya terlalu besar atau ada ruang kosong, akan kami sesuaikan supaya barangnya padat dan tidak bergerak-gerak selama perjalanan," katanya.Setelah proses pengemasan selesai, petugas akan melakukan pendataan dan entri pengiriman untuk menerbitkan nomor resi.Nomor resi tersebut kemudian diberikan kepada jemaah sebagai bukti pengiriman sekaligus untuk memantau status barang hingga tiba di alamat tujuan.Selanjutnya, paket yang telah selesai diproses akan diangkut ke hotel yang dijadikan posko pengumpulan sebelum dikirimkan menuju Indonesia.Setelah diproses di Makkah, barang dikirim ke Jeddah sebelum diterbangkan ke Indonesia. Setibanya di Tanah Air, paket tetap melalui pemeriksaan Bea Cukai sebelum akhirnya didistribusikan ke alamat masing-masing jemaah."Proses pengirimannya bisa memakan waktu 7 sampai 12 hari, tapi mengingat kepadatan lalu lintas penerbangan di Jeddah pasca-Armuzna, kemungkinan ada keterlambatan di pengirimannya," ungkap Karyadi.Tarif dan Ketentuan PengirimanAdapun tarif pengiriman ke sejumlah daerah di Indonesia dipatok 23 riyal (sekitar Rp 110 ribu) per kilogram.Sementara itu, harga wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Sulawesi Utara dihargai 25 riyal (sekitar Rp 120 ribu) per kg dan 30 riyal (sekitar Rp 144 ribu) per kg untuk wilayah Papua dan sekitarnya.Nah, yang perlu diperhatikan, jemaah dibatasi maksimal dua kali pengiriman dan mendapatkan fasilitas bebas bea masuk.Ketentuan ini berlaku untuk seluruh ukuran paket, mulai dari S hingga XL. Karyadi mengimbau jemaah memanfaatkan kuota tersebut secara optimal agar tidak dikenakan biaya tambahan pada pengiriman berikutnya."Barang yang tidak boleh dikirimkan di antaranya air zamzam, zaitun dalam jumlah besar," kata dia.Sementara itu, seorang jemaah berasal dari Sulawesi Tengah, Jumiati mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kargo Pos Indonesia ini.Ia berencana akan mengirimkan sejumlah oleh-oleh ke kampung halamannya seperti sajadah, sorban, hingga tumbler."Pakai kargo, kargo Pos. Belum dikirim, baru mau packing," ujarnya. Program: Tribunnews UpdateEditor Video: Dedhi Ajib RamadhaniUploader:Reporter: Sri Juliati
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.