Menteri LH Jadikan Tukad Bindu Bukti Nyata Aksi Iklim Berbasis Komunitas
Aloisius H Manggol June 10, 2026 12:03 AM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menegaskan bahwa solusi perubahan iklim paling efektif berawal dari akar rumput. 

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat, turun langsung meninjau kawasan Tukad Bindu di Denpasar, Bali, untuk berdialog langsung dengan pahlawan lingkungan lokal: komunitas peduli sungai dan pengelola sampah setempat.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan negara terhadap transformasi luar biasa Tukad Bindu. 

Baca juga: Klungkung Kembali Raih WTP,  Dewan Soroti Dua Perlu Dapat Perhatian Khusus

Sungai yang dulunya kotor, sarang penyakit, dan terbengkalai, kini berhasil disulap oleh masyarakat menjadi kawasan ekowisata mandiri yang produktif dan asri. 

Keberhasilan ini menjadi blueprint nyata bagaimana restorasi ekologi yang digerakkan oleh inisiatif warga dapat menghasilkan manfaat ganda: memulihkan alam sekaligus menggerakkan ekonomi sosial masyarakat.

Baca juga: Walikota Denpasar, Jaya Negara Dampingi Kunker Menteri LH, Tanam Pohon Langka Hingga Dialog

Menteri Jumhur memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa henti dari para relawan.


“Aksi nyata seperti yang dilakukan para relawan di Tukad Bindu dalam mengelola sampah dan menjaga sungai merupakan fondasi utama ekonomi sirkular yang sesungguhnya, sekaligus menjadi urat nadi Program Indonesia ASRI,” ujar Menteri Jumhur.


KLH melihat Tukad Bindu bukan hanya sebagai kisah sukses lokal, tetapi sebagai model tata kelola lingkungan yang memiliki daya tahan (resilience) dan daya sebar (multiplier effect) yang luar biasa. 


Saat ini, model pendekatan inovatif Tukad Bindu tengah direplikasi di sedikitnya empat ruas sungai lain di Bali. 


Hal ini menjadi langkah maju yang
masif dalam pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) berbasis kekuatan komunitas.


Transformasi ini sangat selaras dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yakni "Inspired by Nature, for Climate, for Future". 


Di tingkat nasional, KLH/BPLH
menerjemahkannya melalui semangat kebersamaan "Saatnya Bekerja untuk Iklim".


Melalui tema ini, Pemerintah menegaskan urgensi percepatan aksi nyata di berbagai sektor, mulai dari rehabilitasi sungai, konservasi DAS yang terintegrasi, hingga pengurangan timbulan sampah plastik di sumbernya untuk mendukung target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia.


Ke depan, KLH/BPLH akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan guna memastikan inisiatif-inisiatif brilian seperti Tukad Bindu tidak berhenti di Bali, melainkan menular ke seluruh penjuru Nusantara. 


Selain itu, Menteri Jumhur juga menginginkan ruang dialog terbuka ini menjadi sarana masyarakat untuk memberikan masukan dan mengkritisi kebijakan lingkungan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.