Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin Bantah Isu Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Adi Suhendi June 10, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Senior Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah isu keduanya akan mengisi jabatan Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (9/6/2026) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta.

Tetapi keduanya tidak bertemu dalam satu forum saat menghadap Presiden Prabowo Subianto.

Chatib Basri tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.35 WIB melalui pintu pilar, Jalan Veteran, Jakarta.

Dia datang bersama Ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membahas soal kondisi ekonomi terkini.

Kemudian, Budi Gunadi Sadikin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan tiba di istana Kepresidenan pukul 17.03 WIB melalui pintu pilar, Jalan Veteran, Jakarta.

Baca juga: Tepis Isu Gantikan Menkeu Purbaya, Chatib Basri Tegaskan ke Istana Bersama DEN untuk Bahas Ekonomi

Chatib Basri menjelaskan saat jajaran Dewan Ekonomi  Nasional bertemu Presiden Prabowo tidak ada Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Chatib Basri, Budi Gunadi Sadikin tidak dalam satu forum dengan dirinya saat bertemu Prabowo.

"Pak Menkes? Oh nggak ada. Saya sama DEN aja," kata Chatib Basri setelah bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.

Mantan Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut pun membantah isu yang menyebutkan dirinya ditawari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Nggak ada, masa,” kata Chatib Basri.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Bantah Isu Akan Jadi Menteri Keuangan: Sekarang Masih Menkes

Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan Presiden Prabowo sama sekali tidak membahas perombakan kabinet.

Pertemuan hanya membahas kondisi ekonomi terkini.

“Ini kita bahas soal ekonomi kok," ujar Chatib Basri.

Terpisah, Budi Gunadi Sadikin pun membantah isu yang menyebutkan dirinya akan menjadi Menteri Keuangan.

Budi mengatakan pertemuan dirinya dengan Presiden Prabowo membahas peresmian Rumah Sakit di Lampung yang rencananya akan dilakukan pada Rabu besok, 10 Juni 2026.

“Besok diajak ke Krui, Lampung Barat, mau ikut nggak? Resmikan rumah sakit,” kata Budi Gunadi usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan pertemuan dengan Presiden sama sekali tidak membahas soal perombakan kabinet.

Isu dirinya akan menjadi Menkeu kata dia hanya isu di kalangan wartawan saja.

“Apa? lho itu kan kata situ,” katanya.

Budi menjawab diplomatis terkait isu pergantian Menteri Keuangan.

Termasuk saat ditanya kesiapan apabila ditunjuk menjadi Menkeu.

Ia mengatakan dirinya sekarang ini masih menjadi Menteri Kesehatan.

“Sekarang masih jadi Menkes,” katanya.

Jawaban yang sama disampaikan Budi saat ditanya mengenai topik pembahasan bersama Presiden Prabowo.

Ia kembali membantah dalam pertemuan ada tawaran menjadi Menteri Keuangan.

“Sudah jadi menteri. Sudah jadi menteri,” ucapnya.

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.058 Per Dolar AS

Belakangan ini santer kabar Purbaya Yudhi Sadewa diganti dari jabatan Menteri Keuangan.

Kabar tersebut menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhada dolar Amerika Serikat (AS).

Saat ini nilai tukar rupiah berada pada angka Rp 18.058 per dolar AS. 

Menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim fundamental ekonomi Indonesia tetap solid atau kuat.

Purbaya malah membanggakan capaian pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini.

“Pada triwulan pertama tahun 2026, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen year-on-year yang merupakan pertumbuhan triwulan satu tertinggi sejak tahun 2014,“ kata Purbaya dalam Rapat Kerja Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dia mengatakan kinerja bagus itu didukung inflasi yang terkendali, yaitu di level 3,08 persen pada bulan Mei 2026.

Menurutnya, hal itu bisa menjaga daya beli masyarakat.

“Kondisi tersebut juga ditopang oleh likuiditas perekonomian domestik yang tetap memadai sehingga memberikan ruang yang cukup bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit guna mendukung aktivitas perekonomian,” ujar Purbaya.

Kemudian, Purbaya mengklaim surplus neraca perdagangan berlanjut secara berturut-turut hingga April 2026.

Adapun kinerja sektor manufaktur juga memperlihatkan perbaikan.

Pada triwulan kedua, kata dia, aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang membaik.

Dia mengatakan konsumen masih optimistis untuk melakukan konsumsi.

Hal itu tercermin dari aktivitas belanja yang dipantau melalui Mandiri Spending Index dan Indeks Keyakinan Konsumen dari Bank Indonesia.

Menurut dia, positifnya aktivitas ekonomi masyarakat juga tercermin dari angka penjualan kendaraan, listrik, dan semen.

“Penjualan listrik tumbuh signifikan untuk semua aktivitas, baik rumah tangga, bisnis, maupun industri. Penjualan semen mengindikasikan tetap kuatnya aktivitas pembangunan dan berjalannya berbagai program pemerintah,” kata Purbaya.

Adapun kinerja manufaktur, kata dia, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau kembali ekspansif setelah mengalami tekanan pada bulan April lalu.

Dia mengklaim kinerja ekonomi Indonesia berada posisi yang lebih baik dalam perspektif global. Kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level tinggi dan didukung oleh inflasi yang terjaga rendah dibandingkan dengan negara G-20 dan negara peers (sepantaran).

“Demikian dengan kinerja fiskal Indonesia. Defisit dan rasio utang terhadap PDB Indonesia berada pada level yang prudent dan manageable dibandingkan dengan negara G-20 dan negara peers," ujar dia.

Menurut Purbaya, hal itu menunjukkan stabilitas fiskal Indonesia tetap terjaga.

(Tribunnews.com/ Taufik Ismail)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.