Lyon dan John Textor Kembali Berseteru, Klub Prancis Ajukan Gugatan Hukum terhadap Investor Amerika
Hendra Wijaya June 10, 2026 12:33 AM

Olympique Lyonnais melancarkan serangan hukum keras terhadap mantan presiden mereka, John Textor. Setelah melakukan audit internal menyeluruh atas masa kepemimpinannya, klub asal Prancis tersebut mengajukan gugatan dengan tuduhan pelanggaran finansial serius serta penyalahgunaan aset perusahaan. Pertarungan yang terus berlanjut ini menyoroti ratusan juta euro dalam transaksi yang dianggap mencurigakan selama masa kepemimpinan pengusaha asal Amerika itu.

Gugatan resmi diajukan

Menurut laporan RMC Sport, Lyon bersama perusahaan induknya, Eagle Football Group, mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin ini yang menegaskan bahwa mereka telah menyerahkan gugatan hukum formal kepada sistem peradilan Prancis. Meskipun gugatan tersebut diajukan terhadap pihak berinisial "X", proses hukum ini secara jelas menargetkan Textor dan cara pengelolaannya terhadap klub antara Mei 2023 hingga Juni 2025. Pihak Lyon memastikan bahwa mereka secara resmi menargetkan "fakta-fakta yang berpotensi menunjukkan pelanggaran berupa penyalahgunaan aset perusahaan, penyalahgunaan aset perusahaan yang diperberat, serta keterlibatan dalam kedua pelanggaran tersebut." Meskipun eksekutif asal Amerika itu sempat berupaya untuk kembali memimpin secara agresif pada awal 2026, kepemimpinan saat ini kini mengambil langkah ofensif untuk mengungkap sejauh mana kerusakan yang ditinggalkan.

Temuan audit internal yang merugikan

Tindakan hukum ini berawal dari audit internal independen yang ditugaskan oleh dewan direksi pada Desember lalu, dengan laporan akhir diserahkan oleh tim pengacara eksternal pada awal Juni. Berdasarkan dokumen yang ditinjau oleh dewan pada Senin ini, para penyelidik menemukan adanya "disorganisasi yang disengaja terhadap aktivitas perusahaan" serta "kurangnya transparansi sistematis dalam pengelolaan keuangan."

Pernyataan resmi klub merinci adanya penyimpangan besar di jaringan multi-klub: "Laporan tersebut juga menyoroti aliran dana bernilai beberapa ratus juta euro yang tampaknya dilakukan tanpa justifikasi ekonomi, terlebih dalam konteks yang ditandai oleh masalah arus kas serius serta keterlambatan dalam pembayaran iuran jaminan sosial." Temuan yang menghancurkan ini menyingkap kenyataan finansial yang sangat buruk yang dialami klub selama masa pemerintahan sebelumnya yang penuh kontroversi.

Transaksi transfer yang mencurigakan

Pada inti dari aktivitas mencurigakan ini terdapat pergerakan transfer yang membingungkan antara klub-klub di bawah naungan Eagle, khususnya yang melibatkan klub Brasil, Botafogo. Sebagai contoh, Lyon membayar lebih dari €40 juta untuk merekrut Igor Jesus, namun sang pemain sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di Prancis sebelum akhirnya bergabung dengan Nottingham Forest.

Demikian pula, transfer Luiz Henrique ke Zenit St Petersburg secara misterius menghasilkan pembayaran besar bagi klub Prancis tersebut meski sang pemain sama sekali tidak pernah bermain untuk mereka. Dalam pernyataannya, Eagle Football Group menegaskan: "EFG akan melanjutkan penyelidikannya dan, bila diperlukan, akan menyiapkan gugatan tambahan terhadap pihak-pihak terkait. Perusahaan juga akan terus melaporkan setiap temuan yang dapat dikategorikan sebagai penggelapan dana kepada Kejaksaan Lyon."

Apa langkah selanjutnya bagi klub?

Ke depan, para pemimpin saat ini, Michele Kang dan Michael Gerlinger, menghadapi tantangan besar untuk menata kembali kondisi finansial klub yang porak-poranda dan meminimalkan dampak buruk dari era sebelumnya. Sambil menerapkan reformasi ekonomi yang ketat dan menunggu proses hukum berjalan, upaya pembersihan keuangan secara menyeluruh ini bisa menjadi langkah awal penting menuju kemungkinan penjualan klub raksasa Prancis tersebut dalam jangka menengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.