FIFA Capai Kesepakatan dengan Mantan Pemain Real Madrid dan Chelsea Setelah Kalah di Pengadilan Hak Transfer
Agus Firmansyah June 10, 2026 12:50 AM

FIFA secara resmi mencapai kesepakatan dengan mantan gelandang Prancis dan Real Madrid, Lassana Diarra, yang mengakhiri sengketa hukum panjang yang sempat mengancam stabilitas sistem transfer pemain di seluruh dunia. Perselisihan ini muncul setelah putusan penting pengadilan yang menyatakan beberapa peraturan FIFA melanggar hukum Uni Eropa.


Penyelesaian kasus hukum bersejarah


Pada hari Senin, FIFA mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan final dengan Diarra, mantan pemain Arsenal, Chelsea, dan Real Madrid, untuk menuntaskan sengketa hukum berprofil tinggi terkait hak transfer pemain.


Kasus ini menjadi sorotan dunia sepak bola sejak Pengadilan Kehakiman Uni Eropa (CJEU) mengeluarkan putusan signifikan tahun lalu yang menentang aturan badan sepak bola dunia tersebut.


Kesepakatan ini menandai berakhirnya proses di mana Diarra menuntut kompensasi finansial besar. Pemain asal Prancis itu sebelumnya menuntut ganti rugi sebesar €65 juta dari FIFA dan Federasi Sepak Bola Belgia setelah pengadilan tertinggi Uni Eropa pada bulan Oktober memutuskan bahwa beberapa aturan FIFA melanggar undang-undang ketenagakerjaan serta kebebasan bergerak di dalam wilayah Uni Eropa.


Akar dari sengketa Diarra


Awal mula kasus hukum ini bermula pada tahun 2014, ketika Diarra meninggalkan klub Rusia, Lokomotiv Moskow, setelah hanya satu tahun menjalani kontrak berdurasi empat tahun. Setelah kepergiannya, FIFA menjatuhkan denda besar sebesar 10 juta euro kepada sang gelandang dengan alasan bahwa kontrak tersebut diakhiri tanpa "alasan yang sah".


Langkah ini menempatkan pemain dalam posisi sulit, karena klub-klub lain enggan merekrutnya karena khawatir akan terkena tanggung jawab atas denda tersebut.


Tim hukum Diarra berargumen bahwa peraturan seperti itu membatasi kebebasan bergerak pemain dan secara mendasar melanggar hukum. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Senin, badan sepak bola dunia itu menyatakan: "Setelah mencapai kesepakatan global, Tuan Lassana Diarra dan FIFA telah menyelesaikan seluruh proses hukum di antara mereka."


FIFA pertahankan posisi terkait tanggung jawab


Meski telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri proses hukum, FIFA menegaskan bahwa penyelesaian ini tidak berarti pengakuan bersalah di pihak mereka. Badan pengatur sepak bola dunia itu tampaknya berupaya membatasi potensi dampak hukum lanjutan dari pemain lain yang mungkin mencoba menuntut kompensasi serupa berdasarkan preseden yang ditetapkan oleh kasus ini.


Pernyataan resmi dari organisasi tersebut melanjutkan: "FIFA tidak mengakui adanya tanggung jawab maupun melakukan pembayaran sebagai bentuk kompensasi. FIFA tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini." Kebijakan "tanpa komentar" ini mengindikasikan bahwa meskipun kasus individu telah diselesaikan, implikasi luas dari "putusan Diarra" masih terus ditangani secara internal.


Masalah hukum lanjutan?


Masih belum jelas apakah kesepakatan dengan FIFA ini akan berdampak pada langkah hukum lain yang mungkin diambil oleh tim pengacara Diarra terhadap FIFA terkait kasus di pengadilan Eropa di Luksemburg.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.