Crystal Palace Capai Kesepakatan dengan Pierre Sage untuk Gantikan Oliver Glasner, The Eagles Rekrut Pelatih dari Ligue 1
Hendra Wijaya June 10, 2026 01:07 AM

Crystal Palace bergerak cepat untuk mengamankan pelatih kepala baru mereka setelah kepergian Oliver Glasner. Klub berjuluk The Eagles tersebut telah mencapai kesepakatan prinsip dengan pelatih RC Lens, Pierre Sage, untuk mengambil alih posisi di Selhurst Park.

The Eagles menemukan pengganti Glasner di Prancis

Crystal Palace berhasil mencapai kesepakatan awal untuk membawa Pierre Sage ke London selatan sebagai pelatih kepala baru mereka. Klub Premier League itu mengalihkan perhatian kepada pelatih asal Prancis tersebut setelah gagal mendapatkan target jangka panjang mereka, Andoni Iraola, yang justru direkrut oleh Liverpool untuk menggantikan Arne Slot.

Kesepakatan ini diperkirakan akan membuat Sage menandatangani kontrak jangka panjang dengan klub. Fabrizio Romano telah mengonfirmasi “here we go” untuk kontrak yang berlaku hingga Juni 2029 dengan opsi perpanjangan satu musim lagi. Saat ini, negosiasi berfokus pada penyelesaian paket kompensasi dengan RC Lens agar pelatih yang sangat dihargai di Ligue 1 itu bisa dilepaskan dari jabatannya.

Menggantikan sosok ikonik klub

Sage menghadapi tantangan besar dengan menggantikan Glasner, yang telah membawa Palace ke dalam “era keemasan” bersejarah selama masa kepelatihannya. Di bawah pelatih asal Austria tersebut, Palace memenangkan trofi besar pertama dalam sejarah klub, yakni meraih treble luar biasa berupa Piala FA, Community Shield, dan Liga Konferensi UEFA.

Keputusan Glasner untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada 30 Juni membuat manajemen The Eagles harus mencari kandidat yang mampu mempertahankan momentum positif tim.

Fleksibilitas taktik Sage dan kemampuannya membawa tim tampil melebihi ekspektasi di kompetisi tertinggi Prancis menjadikannya pilihan utama bagi jajaran direksi klub.

Kebangkitan Pierre Sage

Sage datang ke Selhurst Park dengan reputasi yang sedang berada di puncak setelah menjalani musim luar biasa di Prancis. Ia sukses membawa Lens bersaing dalam perebutan gelar juara menghadapi raksasa Eropa, Paris Saint-Germain, bahkan sempat memimpin klasemen hingga Februari. Namun, pencapaian terbesarnya adalah menjuarai Coupe de France, yang merupakan trofi utama pertama dalam sejarah Lens.

Pelatih asal Prancis ini dikenal dengan penggunaan sistem tiga bek, formasi yang juga menjadi ciri khas kesuksesan Palace di bawah Glasner.

Kemampuannya membangun tim menyerang yang atraktif tanpa bergantung pada penguasaan bola dominan membuatnya sering dibandingkan dengan gaya langsung yang terbukti efektif bagi The Eagles dalam beberapa musim terakhir.

Babak baru di London selatan

Meski Sage belum pernah melatih di Premier League, para pendukung Palace menilai bahwa Glasner pun dulunya merupakan sosok asing bagi sepak bola Inggris sebelum berhasil mencatatkan prestasi luar biasa.

Strategi rekrutmen klub dalam beberapa tahun terakhir memang lebih berfokus pada pelatih muda berbakat dari Eropa ketimbang nama-nama lama di kancah domestik.

Penunjukan Sage menandai investasi besar dalam filosofi baru saat Palace berupaya melanjutkan kesuksesan mereka di Eropa. Dengan sebagian besar skuad juara masih bertahan, Sage diharapkan mampu menjaga konsistensi klub untuk terus bersaing memperebutkan trofi, baik di kompetisi domestik maupun kontinental, ketika proyek tiga tahunnya resmi dimulai musim panas ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.