TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Pinyuh di Jalan Pasar Pagi, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.
Sedikitnya 18 unit ruko dan rumah warga terdampak dalam peristiwa yang menggemparkan masyarakat tersebut.
Api yang muncul menjelang waktu magrib itu dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepulan asap hitam pekat tampak membumbung tinggi ke udara, sementara warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi dari dalam bangunan.
Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono melalui Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.45 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
"Personel segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan, membantu kelancaran proses pemadaman, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut," ujar AKP Agus Suryana.
Baca juga: Kobaran Api Membumbung Tinggi, Kebakaran Pasar Pagi Sungai Pinyuh Gegerkan Warga
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah terlihat kepulan asap dari bagian atas salah satu deretan ruko di kawasan Pasar Pagi.
"Saksi yang melintas melihat asap muncul dari bagian atas bangunan yang berada di antara ruko nomor 34 dan nomor 35. Tidak lama kemudian api membesar dan menyebar ke bangunan lain yang berdekatan," katanya.
Deretan bangunan yang terdampak terdiri dari berbagai jenis usaha, mulai dari toko sembako, toko pakaian, toko obat, jasa pengiriman, laundry, warung kopi, usaha kopi bubuk, toko emas, hingga rumah tinggal warga.
Menurut AKP Agus, cepatnya penyebaran api diduga dipengaruhi oleh kondisi bangunan yang sebagian besar berdempetan dan terdapat material yang mudah terbakar.
"Kawasan tersebut merupakan area pertokoan yang cukup padat. Beberapa bangunan juga merupakan bangunan lama sehingga api dengan mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya," jelasnya.
Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan daerah turut dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
Petugas pemadam bersama relawan dan masyarakat bekerja selama beberapa jam untuk mengendalikan kobaran api.
Meski menyebabkan kerusakan yang cukup luas, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Sampai saat ini tidak terdapat korban jiwa. Untuk kerugian material masih dalam proses pendataan karena petugas masih melakukan identifikasi terhadap bangunan yang terdampak," ungkap AKP Agus.
Terkait sumber api, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Semua kemungkinan akan didalami berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi," tegasnya.
Saat ini garis polisi telah dipasang di area yang terbakar guna mendukung proses penyelidikan.
Sementara petugas masih melakukan pendinginan di beberapa titik untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak terjadi kebakaran susulan. (*)