Pemerintah Patok Harga Telur Minimal Rp26.500 per Kg, Satgas Pangan Diminta Kawal Ketat
Seno Tri Sulistiyono June 10, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di seluruh wilayah Indonesia berada di angka Rp26.500 per kilogram.

Hal ini diputuskan Amran usai dirinya menerima audiensi sejumlah asosiasi dan serikat peternak telur ayam ras di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta.

"Kami sudah mengambil beberapa kebijakan, langkah-langkah agar kita bisa lindungi mereka jangan sampai merugi. HAP kami minta kepada seluruh pengepul, pembeli telur, HAP-nya adalah Rp26.500 per kilo," kata Amran saat jumpa pers di Kantor Kementan, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Perbandingan Harga Telur Ayam per Provinsi di Pulau Jawa, Senin 8 Juni 2026: Hanya Jateng Naik Tipis

Amran juga menyatakan, kebijakan tersebut diambil pemerintah guna menyelamatkan para peternak telur ayam ras dari kerugian akibat harga yang anjlok belakangan ini.

Setelahnya Amran berharap, seluruh pengepul atau pembeli telur ayam bisa mematuhi HAP yang ditetapkan oleh pemerintah demi menjaga kesejahteraan peternak telur.

"Kami akan kirim surat insyaallah hari ini, himbauan kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau HPP ini. Kita kawal bersama agar jangan merugikan peternak Indonesia," tegas Amran.

Selain menetapkan harga telur perkilo, Amran juga menyebut telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk menyerap hasil produksi telur dari peternak di setiap wilayah.

Nanik kata Amran, telah menyepakati kalau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap wilayah akan menyerap telur dari peternak yang jumlahnya surplus saat ini.

"Kami menelepon langsung Ibu Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), dan beliau langsung menyanggupi, luar biasa beliau. Kami apresiasi Kepala BGN Ibu Nanik luar biasa beliau, insyaallah jumlahnya, kuantumnya akan ditingkatkan untuk BGN kita seluruh Indonesia," kata Amran.

Dengan begitu kata Amran, ke depan, menu dari MBG akan turut disertai dengan lauk telur minimal 3 kali dalam seminggu.

"Tiga kali seminggu. Cepat itu nanti, akan cepat," tandas Amran.

Peternak Audiensi dengan Mentan Amran

Sejumlah asosiasi peternak telur ayam ras mendatangi langsung Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Kedatangan para asosiasi peternak tersebut untuk menyampaikan keluhan karena harga telur ayam belakangan ini anjlok.

Bahkan, di salah satu wilayah di Blitar, Jawa Timur para peternak telur ayam rela membagikan telur ayam kepada masyarakat secara percuma.

"Kami yang sudah berusaha memperjuangkan swasembada telur di Indonesia tetapi harga kami selalu terpuruk," kata Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso saat jumpa pers kepada awak media di Kantor Kementerian Pertanian RI, Selasa (9/6/2026).

Terhadap hasil audiensi tersebut dengan Mentan Amran, Yudi menyatakan, ke depannya Harga Acuan Pembelian (HAP) sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Dimana kata dia, Mentan telah menetapkan HAP terhadap telur di seluruh Indonesia, yakni berada di level Rp26.500 per kilogram.

"Dan terkait surat ini sudah ditembuskan kepada Satgas Pangan, bahwa mulai hari ini tidak ada lagi pembelian telur di bawah harga HAP yaitu Rp26.500," ucap dia.

Yudi lantas membeberkan kondisi para peternak telur ayam ras belakangan ini dalam menjual telur hasil peternakannya.

Kata dia, di beberapa wilayah, ada peternak yang rela menjual telur dengan harga di bawah pasaran yakni di level Rp21.500 hingga Rp23.000 per kilogram.

"Anjloknya kita sampai di Jawa Timur itu Rp21.500, kemudian di Jawa Tengah itu sekitar Rp22.500, di Jawa Barat, Jakarta khususnya sekitar harga Rp22.500-Rp23.000," tukas Yudi.

Ke depannya, Yudi meminta kepada seluruh pedagang dan pengusaha ritel untuk mematuhi keputusan dari kebijakan pemerintah.

Sebab kata dia, dampak psikologis telah terjadi usai anjloknya harga telur di beberapa wilayah terlebih harga pakan ayam yang naik akibat menguatnya nilai tukar dolar AS.

"Nah ini sangat memberatkan dan memukul kami. Dan apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, di mana dolar, nilai tukar dolar juga melambung tinggi sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi semuanya," kata dia.

"Maka kami menghimbau kepada seluruh, baik itu pedagang, pengusaha ritel, baik itu modern, coba membantu kami dan juga menepati apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Menteri," tandas Yudi.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.