TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan produk herbal yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Komitmen tersebut diperkuat dengan kunjungan Kepala BPOM, Taruna Ikrar ke fasilitas produksi Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang pada Selasa (9/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar meninjau langsung proses produksi berbagai produk unggulan Sido Muncul.
Dia juga meresmikan Laboratorium Farmakologi yang kini menempati bangunan permanen di atas lahan sekira 288 meter persegi.
Baca juga: RUPST Tunjuk Irwan Hidayat Kembali Pimpin Sido Muncul, Siapkan Transisi Generasi Keempat
• Bos Sido Muncul Ajak Masyarakat Investasi di Saham secara Serius: Jangan Bermain-main!
Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat mengungkapkan, perusahaan kerap menghadapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait keamanan produknya.
Salah satu isu yang sering muncul adalah anggapan bahwa minuman energi produksi Sido Muncul dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk kerusakan ginjal.
Menurut Irwan, tudingan tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang memadai. Karena itu, perusahaan memilih menjawab berbagai isu melalui penelitian dan riset yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
“Informasi tersebut tidak benar karena hanya berdasarkan asumsi tanpa pembuktian ilmiah. Ketika ada isu yang berkembang, kami memilih membuktikannya melalui penelitian agar masyarakat memperoleh informasi yang benar,” ujarnya.
Irwan menjelaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari pola makan, konsumsi alkohol, penyakit bawaan, hingga gaya hidup.
Oleh sebab itu, perusahaan terus melakukan penelitian untuk memastikan keamanan dan manfaat produknya.
Pengembangan Laboratorium Farmakologi menjadi salah satu langkah strategis Sido Muncul dalam memperkuat pembuktian ilmiah terhadap seluruh produk yang dihasilkan.
Laboratorium tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan sehingga produk herbal Indonesia semakin dipercaya masyarakat.
“Kami tidak ingin menjawab isu dengan opini, tetapi dengan penelitian. Berbagai studi telah kami lakukan untuk mengetahui secara objektif dampak produk terhadap kesehatan,” kata Irwan.
Dia menambahkan, laboratorium tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak 2001. Namun sebelumnya, fasilitas penelitian itu masih menggunakan bangunan semi permanen. Seiring meningkatnya kebutuhan riset, laboratorium kemudian dipindahkan ke gedung yang lebih modern dan representatif.
“Kebetulan ada Kepala BPOM hadir, kunjungi pabrik kami. Sekalian saja kami resmikan, yang rencananya akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026,” ucapnya.
Selain melakukan penelitian internal, Sido Muncul juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi akademik. Beberapa mitra penelitian yang terlibat antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat validitas ilmiah produk herbal Indonesia. Salah satu produk yang telah melalui berbagai penelitian adalah Tolak Angin.
Produk ini telah menjalani sejumlah pengujian. Mulai dari uji mutu bahan baku herbal, uji toksisitas subkronis, hingga uji klinis.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan. Selama 90 hari pengujian, tidak terjadi kematian maupun perubahan signifikan pada organ-organ vital. Fungsi ginjal dan hati juga dilaporkan tetap normal.
• Kunci Rahasia Bos Sido Muncul Tingkatkan Produktivitas Karyawan: Mereka Harus Bahagia
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa seluruh produk yang telah memperoleh izin edar BPOM telah melalui proses evaluasi yang ketat sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap produk wajib memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat berdasarkan data ilmiah yang diajukan produsen serta hasil evaluasi regulator.
“Kalau sudah ada izin edar BPOM, masyarakat tidak perlu ragu. Produk yang beredar telah kami tinjau dari sisi keamanan, mutu, hingga manfaatnya,” tegas Taruna.
Kunjungan ke pabrik Bergas menjadi salah satu bentuk pengawasan sekaligus verifikasi langsung terhadap proses produksi yang diterapkan perusahaan.
Dengan melihat langsung proses produksi, BPOM memastikan bahwa standar yang diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Taruna juga kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat maupun herbal. Prinsip tersebut meliputi pengecekan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
BPOM juga mengapresiasi langkah Sido Muncul yang telah memiliki Laboratorium Farmakologi. Laboratorium tersebut sebagai sarana memperkuat budaya riset di industri nasional.
“Kami sambut penuh bahagia dan akan dukung secara maksimal terhadap keberadaan Laboratorium Farmakologi ini. Sido Muncul telah membuat loncatan yang spektakuler.”
Melalui penguatan fasilitas penelitian dan dukungan regulator, Sido Muncul diyakini industri obat tradisional Indonesia semakin berkembang dengan fondasi ilmiah yang kuat, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk herbalnya. (*)