Nenek Penjual Siomay di Sragen Minta Tebusan Rp1 Juta Usai Temukan Dompet, Sebagian Barang Hilang
jonisetiawan June 10, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah peristiwa yang awalnya hanya bermula dari dompet yang terjatuh di area parkir minimarket mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial.

Video yang menampilkan seorang nenek penjual siomai dituding meminta uang tebusan sebesar Rp 1 juta untuk mengembalikan dompet yang ditemukannya memicu beragam reaksi dari publik.

Banyak warganet geram, sebagian lainnya penasaran dengan fakta sebenarnya di balik kejadian tersebut.

Namun setelah polisi turun tangan dan melakukan penelusuran mendalam, terungkap bahwa kasus ini tidak sesederhana yang terlihat dalam video viral.

Di balik tudingan dan kemarahan publik, tersimpan kisah seorang pasangan lansia yang diduga mengalami keterbatasan kondisi mental, hingga akhirnya membuat pemilik dompet memilih menempuh jalan damai.

Baca juga: Catat Jadwal Pemadaman Massal PLN Karanganyar Hari Ini Mulai 10 Pagi, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Bermula dari Dompet yang Terjatuh di Parkiran Alfamart

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu Ahmad Bahru bersama istri dan anaknya berbelanja di sebuah minimarket di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Usai dari minimarket, Ahmad melanjutkan perjalanan menuju Pasar Sumberlawang untuk membeli sejumlah kebutuhan. Namun sesampainya di pasar, ia dibuat terkejut ketika menyadari dompet yang sebelumnya berada di sakunya telah hilang.

Kepanikan pun muncul. Ahmad segera mengingat kembali lokasi-lokasi yang sempat ia datangi sebelum akhirnya memutuskan kembali ke minimarket untuk mencari kemungkinan dompet tersebut terjatuh di sana.

Harapannya menemukan dompet secara langsung pupus. Namun dari rekaman kamera pengawas atau CCTV, muncul petunjuk penting mengenai keberadaan dompet tersebut.

Rekaman CCTV Mengungkap Sosok Penemu Dompet

Dari hasil pemeriksaan CCTV, terlihat dompet milik Ahmad dipungut oleh pasangan suami istri lansia bernama Darmo dan Sukini yang sehari-hari berjualan siomai keliling di wilayah tersebut.

Berbekal rekaman video itu, Ahmad berusaha mencari keberadaan pasangan lansia tersebut. Pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika ia menemukan keduanya sedang berjualan di depan sebuah sekolah.

Setelah diperlihatkan bukti rekaman CCTV, pasangan lansia itu akhirnya mengakui bahwa mereka memang menemukan dompet tersebut.

Namun persoalan ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Video yang kemudian beredar luas di media sosial menyebut bahwa ketika dompet hendak diambil kembali oleh pemiliknya, sang nenek meminta uang tebusan sebesar Rp 1 juta.

Narasi itulah yang kemudian memancing kemarahan publik dan membuat kasus tersebut menjadi viral.

Baca juga: Seniman Asal Karanganyar Tewas Kecelakaan di Sragen, Hantam Pohon Tepi Jalan Jelang Subuh

Polisi Turun Tangan Setelah Video Menjadi Sorotan

Menyikapi ramainya perbincangan di media sosial, jajaran kepolisian dari Polsek Sumberlawang langsung melakukan klarifikasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, mengatakan bahwa pasangan lansia tersebut memang mengakui telah menemukan dan memegang dompet milik Ahmad.

"Sebagian barang sudah dikembalikan tapi sebagian juga belum," kata Sudarmaji saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, pasangan lansia itu mengaku sempat mengambil sejumlah uang tunai dan beberapa kartu identitas yang berada di dalam dompet.

Sementara barang-barang lainnya disimpan di dalam gerobak tempat mereka berjualan siomai.

Namun ketika diminta menunjukkan sisa barang tersebut, keduanya mengaku dompet beserta sebagian isinya telah hilang saat mereka berkeliling menjajakan dagangan.

"Jatuhnya di mana tidak tahu," terangnya.

Uang dan Dokumen Penting Tidak Kembali Utuh

Kepada polisi, Ahmad mengungkapkan bahwa dompet yang hilang tidak hanya berisi uang Rp 400 ribu seperti yang beredar dalam narasi media sosial.

Menurut pengakuannya, terdapat sekitar Rp 1,3 juta yang tersimpan di beberapa kompartemen tersembunyi dalam dompet tersebut. Selain itu, terdapat pula sejumlah dokumen penting seperti STNK, KTP, kartu BPJS kesehatan, dan identitas lainnya.

Kehilangan dokumen-dokumen tersebut tentu menimbulkan kerugian dan kerepotan tersendiri bagi Ahmad.

Meski demikian, sebagian kartu identitas akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan.

Sejauh ini, empat kartu penting telah kembali ke tangan pemilik, termasuk KTP dan kartu BPJS kesehatan.

Baca juga: Pengakuan IRT Asal Karanganyar yang Gagal Selundupkan Sabu Senilai Jutaan Rupiah ke Lapas Sragen

Polisi Temukan Fakta Mengejutkan Soal Kondisi Sang Nenek

Dalam proses penyelidikan, polisi tidak hanya mendengarkan keterangan dari korban dan pasangan lansia tersebut. Aparat juga meminta informasi dari warga sekitar yang mengenal kehidupan sehari-hari mereka.

Dari hasil komunikasi langsung dan keterangan masyarakat, muncul dugaan bahwa Sukini mengalami gejala gangguan kejiwaan atau kondisi linglung akibat faktor usia.

Kapolsek Sumberlawang menjelaskan bahwa saat diajak berbicara, sang nenek sering kali memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan topik pembicaraan.

"Kalau ngomong banyak enggak nyambungnya daripada nyambungnya. Kita ngomong A sana sudah sampai Z," ungkap Sudarmaji.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyikapi kasus yang sempat memancing emosi publik tersebut.

Pemilik Dompet Memilih Ikhlas dan Tidak Menempuh Jalur Hukum

Meski sempat kecewa karena uang dan dokumen penting miliknya tidak kembali secara utuh, Ahmad akhirnya mengambil keputusan yang mengejutkan banyak pihak.

Setelah mengetahui kondisi pasangan lansia tersebut, khususnya keadaan mental Sukini yang diduga mengalami gangguan akibat usia lanjut, Ahmad memilih untuk tidak memperpanjang persoalan.

Ia bahkan mengikhlaskan uang tunai yang telah diambil dan memutuskan tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi kemanusiaan serta penjelasan yang diberikan oleh aparat kepolisian.

"Pemilik melihat situasi kondisi seperti itu, tadi menyampaikan kepada saya legowo," kata Sudarmaji.

Kasus yang semula memicu kemarahan publik karena dianggap sebagai tindakan tidak terpuji akhirnya memperlihatkan sisi lain yang jauh lebih kompleks.

Di balik video viral dan berbagai tudingan yang beredar, terdapat kenyataan bahwa pasangan lansia tersebut hidup dalam keterbatasan dan salah satunya diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah potongan video di media sosial tidak selalu mampu menggambarkan keseluruhan fakta yang terjadi.

Sementara publik cepat bereaksi, penyelidikan yang dilakukan aparat justru mengungkap sisi kemanusiaan yang membuat pemilik dompet memilih memaafkan dan merelakan sebagian kerugiannya.

Pada akhirnya, kisah ini bukan hanya tentang dompet yang hilang, melainkan juga tentang bagaimana empati dan kebijaksanaan mampu meredam konflik yang sempat menyita perhatian banyak orang.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.