TRIBUNNEWS.COM - Timnas Putri Indonesia menutup rangkaian FIFA Matchday Juni 2026 tanpa meraih satu pun kemenangan.
Bertempat di Stadion Arcamanik, Bandung, Garuda Pertiwi mencatatkan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Di laga terakhir, Timnas putri Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Kamboja, Selasa (9/6/2026).
Timnas putri Indonesia sempat unggul lebih dahulu lewat gol Rosdilah Siti Nurrohmah pada menit ke-54.
Sayangnya, keunggulan itu hanya bertahan sesaat.
Satu menit kemudian, Kamboja berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Chhit Sapheourn.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura, Banyak Peluang Terbuang Jadi Sorotan
Sebelum imbang 1-1 lawan Kamboja, skuad asuhan Satoru Mochizuki harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor 0-2, Rabu (3/6/2026).
Gol pertama Singapura dicetak Danelle Tan pada menit ke-10.
Singapura kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-20 lewat Nicole Lim Yanxiu.
Hasil melawan Kamboja dan Singapura menunjukkan bahwa Timnas putri Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Baca juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia: John Herdman Effect, Garuda Kembali ke Jalan yang Benar
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengakui hasil yang diraih Timnas putri Indonesia belum sesuai harapan.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi performa tim adalah keterlambatan bergabungnya sejumlah pemain diaspora karena masih memiliki kewajiban bersama klub masing-masing.
Akibatnya, proses adaptasi antarpemain belum berjalan maksimal.
"Tentu hasil pertandingan tersebut tidak sesuai harapan. Memang ada beberapa pemain telat bergabung dengan Timnas karena masih memperkuat klubnya masing-masing."
"Jadi kita harus memberi kesempatan mereka untuk beradaptasi lagi," ujar Erick, dikutip dari Tribun Jabar.
Meski begitu, Erick tetap melihat sejumlah perkembangan positif. Terutama dari munculnya pemain-pemain muda hasil pembinaan usia dini.
Ia menilai beberapa pemain memiliki prospek menjanjikan untuk menjadi tulang punggung Timnas putri Indonesia pada masa mendatang.
"Penting juga melihat perkembangan para pemain putri dari hasil pembinaan grassroots yang mulai bermunculan, seperti Gea."
"Sekarang dia menjadi salah satu pemain yang memiliki prospek bagus karena bisa bermain di banyak posisi (bek kanan, bek kiri, winger)," tuturnya.
Setelah ini, Timnas putri Indonesia akan mengikuti Piala AFF 2026 yang bakal diselenggarakan di Malaysia pada 17-26 Juli mendatang.
Sebagai persiapan, Erick mengatakan jika PSSI akan segera menggelar training camp lanjutan (TC).
Bandung dipilih sebagai lokasi TC karena kondisi cuacanya dianggap ideal untuk menunjang program latihan.
"Setelah ini kami juga akan langsung menggelar training camp (TC) lagi. Bandung kembali dipilih karena udaranya sejuk. Mudah-mudahan tim putri bisa semakin solid, dan tentu ada peningkatan prestasi di Piala AFF nanti," pungkas Erick.
(Tribunnews.com/Isnaini) (TribunJabar/Lutfi Ahmad Mauludin)