SERAMBINEWS.COM - Sebuah helikopter serang Apache milik Amerika Serikat dilaporkan ditembak jatuh di perairan Selat Hormuz, memicu kemarahan Presiden Donald Trump yang langsung menyerukan respons tegas.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump mengungkapkan bahwa militer AS melaporkan helikopter Apache Angkatan Darat AS telah ditembak jatuh saat berpatroli di Selat Hormuz, lepas pantai Oman.
Dua pilot yang berada di dalamnya berhasil diselamatkan dan dilaporkan tidak mengalami luka.
“Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka. Meski demikian, Amerika Serikat tentu harus menanggapi serangan ini,” tulis Trump sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa.
Dua pejabat AS menyebut helikopter itu ditembak oleh drone milik Iran. Sumber lain mengindikasikan serangan dilakukan menggunakan drone Shahed. Namun, masih diselidiki apakah Apache tersebut memang menjadi target langsung atau insiden terjadi tanpa disengaja.
Baca juga: Helikopter Water Bombing Padamkan Api pada Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara
Militer AS memastikan penyelamatan berlangsung cepat. Sebuah kapal drone permukaan Angkatan Laut AS menemukan dan mengevakuasi kedua awak dalam waktu sekitar dua jam, sebelum memindahkan mereka ke helikopter penyelamat.
Peristiwa ini menandai hilangnya helikopter Apache pertama sejak konflik AS–Iran kembali memanas. Insiden terjadi di tengah eskalasi akhir pekan lalu, ketika Iran dan Israel saling melancarkan serangan langsung, yang pertama dalam beberapa bulan terakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kedua prajurit berada dalam kondisi stabil dan penyebab insiden masih diselidiki. Juru bicara CENTCOM, Kapten Timothy Hawkins, menambahkan bahwa penyelamatan dilakukan oleh kapal permukaan tak berawak Corsair, bagian dari Gugus Tugas 59, unit Angkatan Laut AS yang mengoperasikan kapal tanpa awak sejak diluncurkan pada 2021.
Menurut CENTCOM, helikopter Apache digunakan untuk serangan presisi, dukungan udara jarak dekat, dan pengintaian. Di kawasan Teluk, Apache juga pernah dikerahkan untuk menindak kapal-kapal kecil Iran dalam konteks penegakan blokade pelabuhan.
Sejak konflik dengan Iran pecah akhir Februari, militer AS dilaporkan kehilangan puluhan aset udara, termasuk jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, helikopter, dan lebih dari dua lusin drone. Pada awal April, AS bahkan menjalankan operasi berisiko tinggi untuk menyelamatkan pilot F-15E yang ditembak jatuh di wilayah Iran, misi rahasia yang melibatkan ratusan personel dan berujung pada penghancuran dua pesawat operasi khusus di darat.
Dengan Selat Hormuz, jalur vital energi dunia kembali menjadi titik panas, pernyataan Trump soal “harus ada tanggapan” menambah kekhawatiran akan eskalasi lanjutan. Dunia kini menanti langkah Washington berikutnya, sementara kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang krisis yang lebih luas.(*)