TRIBUNNEWS.COM - FIFA kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026 setelah memperkenalkan sejumlah inovasi baru yang dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Setelah sebelumnya menuai kritik karena kenaikan harga tiket yang lebih tinggi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, kini FIFA menghadirkan fitur baru yang belum pernah diterapkan di ajang Piala Dunia sebelumnya.
Namun, langkah ini juga memicu perdebatan karena dinilai berpotensi mengarah pada komersialisasi berlebihan.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memang sudah mencatat sejarah sebagai turnamen pertama dengan format 48 tim dan penyelenggaraan di tiga negara sekaligus.
Turnamen Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Jumat (12/6/2026), dengan laga pembuka mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca.
Selain format baru, FIFA juga menyiapkan berbagai hal unik seperti tiga upacara pembukaan berbeda serta pertunjukan paruh waktu di partai final yang kabarnya akan melibatkan sejumlah bintang dunia seperti Shakira, Madonna, hingga BTS.
Namun yang paling menjadi sorotan adalah fitur baru bertajuk “Super Shoutout”, yang akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di Stadion Azteca.
Melalui layanan resmi FIFA, memungkinkan penggemar untuk membeli ucapan dukungan yang akan ditampilkan di papan skor selama pertandingan berlangsung.
Melalui platform resmi, penggemar dapat memilih pertandingan yang diinginkan, kemudian memesan pesan khusus dengan mencantumkan nama mereka. Dan layanan ini dibanderol sekitar 79 dolar AS atau sekitar Rp1,4 juta, dikutip dari Sportbible.
Menanggapi hal itu, banyak nitizen yang berpendapat hal tersebut hanya akal-akalan FIFA untuk meraih uang banyak.
Beberapa slot untuk pertandingan tertentu bahkan telah habis terjual, termasuk laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan serta pertandingan Korea Selatan vs Republik Ceko.
Namun, masih banyak slot tersedia untuk pertandingan lain di fase grup.
Baca juga: Setelah Pemain, Giliran Suporter Iran Dapat Perlakuan Diskriminatif di Piala Dunia 2026
Setiap pembelian memiliki ketentuan waktu dan jumlah slot yang terbatas, dengan maksimal empat pesan yang dapat dipesan sekaligus.
Penggemar juga harus memilih tim yang akan didukung sebelum mengirimkan nama untuk ditampilkan di layar stadion.
Meski terlihat sebagai pengalaman interaktif bagi fans, kebijakan ini juga menuai kekhawatiran.
Banyak pihak menilai sistem tersebut berpotensi disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dapat mengirimkan pesan tidak pantas ke layar stadion.
Menanggapi hal tersebut, FIFA menegaskan bahwa seluruh nama dan pesan akan melalui proses penyaringan ketat.
Dalam syarat dan ketentuannya, FIFA menyebutkan bahwa setiap pesan harus mematuhi standar komunitas, tidak boleh mengandung unsur ofensif, menyesatkan, atau melanggar kebijakan privasi.
Selain “Super Shoutout”, FIFA juga memperkenalkan pengalaman lain bernama “Walk of Fans”, yaitu kesempatan bagi penggemar untuk mencantumkan nama mereka di karpet merah yang akan dilalui para pemain pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, 20 Juli mendatang.
Paket pengalaman tersebut dibanderol sekitar 159,90 dolar AS (sekitar Rp2,8 juta) dan akan memberikan suvenir berupa potongan karpet edisi terbatas yang mencantumkan nama pembeli.
Di sisi lain, harga tiket juga menjadi sorotan.
Sebagai contoh, pada laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay di Inglewood, California, 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 barisan depan dilaporkan mencapai 4.105 dolar AS atau sekitar Rp70 juta, dikutip dari ESPN.
Angka ini naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 2.735 dolar AS atau Rp46,7 juta.
Drama-drama di luar lapangan tersebut juga turut disorot oleh Adrian dari Spieltag Indonesia yang melakukan podcast di Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian.
"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebisi edisi sebelumnya di Qatar."
"Ya, ini cukup kontroversial sebelum bergulir, tapi untungnya Meksiko dan Kanada gak ada isu hal-hal tersebut. Ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," jelas Adrian.
Namun ia yakin, kontroversi yang ada di luar pertandingan tak akan membuat ramainya gelaran Piala Dunia 2026 berkurang.
Dengan format 48 tim, Piala Dunia kali ini tetap akan menyuguhkan drama menarik di dalam lapangan.
Sebelumnya, harga makanan dan minuman di Piala Dunia 2026 turut disorot tajam.
Jurnalis sepak bola PA, Simon Peach, membagikan daftar harga minuman di Stadion Raymond James melalui media sosial. Hasilnya membuat banyak penggemar terkejut.
Yang paling mencuri perhatian adalah harga sebotol air mineral Aquafina yang mencapai 7,50 dolar AS (sekitar Rp156 ribu).
Sebagai gambaran, pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu, salah satu stadion di Philadelphia menjual air mineral botolan mencapai 10 dolar AS (Sekitar Rp209 ribu).
Kondisi tersebut membuat banyak suporter memperkirakan tingginya harga makanan dan minuman akan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para penggemar yang hadir langsung di stadion selama Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Ali)