Kronologi Pemuda di Entrop Jayapura Tewas di Tangan Pacar: Sempat Keluar Kamar dan Tumbang
Paul Manahara Tambunan June 10, 2026 10:28 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kasus dugaan penganiayaan maut yang menyebabkan nyawa seseorang melayang menggegerkan warga Kompleks SMU 4, Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan. 

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di sebuah rumah kos pada Selasa (9/6/2026) sore hari. 

Aparat kepolisian dari Polresta Jayapura Kota pun langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait insiden mengerikan ini. 

Tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Alamsyah Ali, bersama Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Zakaruddin, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia diketahui merupakan seorang pemuda berinisial JL (27). 

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Penikaman Sang Kakak di Terminal Pasar Baru Wamena

Sementara itu, terduga pelaku pembunuhan berdarah ini adalah seorang wanita berinisial AR (30). 

Hubungan antara korban dan terduga pelaku sendiri diketahui merupakan sepasang kekasih alias berpacaran. 

Kronologi Mencekam dan Teriakan Minta Tolong

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota mengungkapkan, tabir misteri kematian korban mulai terkuak sekira pukul 17.20 WIT. 

Saat itu, sejumlah penghuni kos mendadak dikejutkan dengan suara teriakan histeris minta tolong yang bersumber dari arah kamar korban. 

Tak berselang lama, saksi di lokasi melihat korban JL keluar dari kamarnya dalam kondisi mengenaskan sembari memegang lehernya yang sudah bersimbah darah segar. 

Korban tampak berjalan terhuyung-huyung berusaha mencari pertolongan dari tetangga kosnya. 

"Korban ini sempat ditolong penghuni kos lain dengan memberikan pakaian untuk menekan pendarahan, namun akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri di depan rumah kos," terang AKP Alamsyah Ali saat memberikan keterangan kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (10/6/2026). 

Sayang seribu sayang, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan. 

Dari hasil pemeriksaan awal tim medis dan kepolisian, ditemukan luka robek parah akibat senjata tajam pada leher sebelah kanan dan dada sebelah kiri korban. 

Tak hanya itu, polisi juga menemukan sejumlah luka lecet dan bekas cakar di sekujur tubuh pemuda malang tersebut. 

Saat melakukan olah TKP di dalam kamar kos yang menjadi saksi bisu peristiwa itu, Tim Identifikasi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. 

Di antaranya adalah tiga unit telepon genggam (HP), dokumen identitas, gunting kecil, gagang pisau, hingga patahan pisau dapur yang diduga kuat dipakai untuk menghabisi nyawa korban. 

Baca juga: Polisi Korban Penikaman Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Dirujuk ke Jakarta

Saat ini, jenazah JL sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara TK. II Jayapura guna keperluan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut. 

Lantas, bagaimana dengan nasib sang pacar?

Terduga pelaku yakni AR (30) saat ini dilaporkan masih menjalani perawatan medis intensif akibat luka-luka yang juga dialaminya saat kejadian. 

Meski dirawat di rumah sakit, AR dipastikan berada dalam pengawasan dan penjagaan ketat aparat kepolisian. 

Pihak penyidik menegaskan masih terus mendalami keterangan saksi-saksi dan memeriksa barang bukti demi mengungkap kronologi utuh serta motif asli di balik duel maut sepasang kekasih ini. 

Di akhir keterangannya, AKP Alamsyah Ali mengimbau agar segenap lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing menyebarkan informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya. 

"Kami akan mengungkap fakta secara jelas demi memberikan kepastian hukum dan menjaga ketertiban," pungkas Kasat Reskrim. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.