Kabar Buruk untuk Pengendara di Ketapang Kalbar, Harga Oli, Ban dan Gir Motor Kompak Meroket
Syahroni June 10, 2026 02:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kenaikan harga pelumas dan suku cadang kendaraan mulai dirasakan para pemilik bengkel di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya perawatan kendaraan semakin mahal dan berpotensi membebani masyarakat.

Baca juga: Kenaikan Harga Pertamax Bikin Sopir Travel Sambas Gigit Jari, Tarif Penumpang Terancam Naik

Sejumlah pemilik bengkel mengaku kenaikan paling mencolok terjadi pada produk oli, ban, hingga gir motor.

Bahkan, beberapa jenis oli disebut masih berpotensi mengalami kenaikan harga kembali pada pertengahan Juni 2026.

Salah satu pemilik bengkel di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Apin, mengatakan harga oli mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, oli MPX yang sebelumnya dijual sekitar Rp55 ribu per set kini naik menjadi Rp75 ribu per set.

Sementara oli Deltalube yang sebelumnya berada di kisaran Rp85 ribu kini menembus Rp125 ribu per set.

“MPX dulu Rp55 ribu per set, sekarang jadi Rp75 ribu. Deltalube dulu Rp85 ribu, sekarang Rp125 ribu per set,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.

Apin mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari distributor, harga oli MPX dan Deltalube diperkirakan kembali mengalami kenaikan pada pertengahan Juni mendatang.

Ia menilai lonjakan harga tersebut mulai terasa sejak meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia.

“Naik sudah sejak perang Iran dan AS,” katanya.

Meski harga oli terus meningkat, Apin menyebut sebagian besar suku cadang kendaraan roda dua di wilayahnya masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.

Namun kondisi berbeda dirasakan Dadan, pemilik bengkel di Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Ia mengatakan hampir seluruh kebutuhan perawatan kendaraan mengalami kenaikan harga, mulai dari oli hingga ban dan gir motor.

Menurut Dadan, harga oli MPX yang sebelumnya sekitar Rp43 ribu kini menjadi Rp47 ribu.

Oli Deltalube ukuran 800 cc naik dari Rp75 ribu menjadi Rp90 ribu, sementara oli Mesran melonjak dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu.

Tak hanya pelumas, harga ban dalam ukuran 2.75-17 juga mengalami kenaikan tajam dari Rp19 ribu menjadi Rp35 ribu.

Sementara gir motor sepuhan naik dari Rp145 ribu menjadi Rp185 ribu.

“Rata-rata naiknya belasan sampai puluhan ribu rupiah,” ujarnya.

Untuk ban luar, Dadan menyebut harga ban motor bebek model cangkul semi kini berada di kisaran Rp275 ribu, sedangkan tipe cross mencapai Rp350 ribu.

Sementara ban luar untuk motor matik dibanderol sekitar Rp400 ribu, tergantung merek dan spesifikasinya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor utama penyebab kenaikan harga tersebut.

Namun, menurutnya kemungkinan dipengaruhi oleh nilai tukar dolar, biaya distribusi, maupun faktor global lainnya.

“Yang jelas saya kurang tahu apakah karena dolar atau ongkos. Yang pasti di lapangan naik semua, termasuk ban dalam dan ban luar,” katanya.

Kenaikan harga pelumas dan suku cadang ini dikhawatirkan berdampak langsung pada masyarakat.

Jika tren kenaikan terus berlanjut, biaya servis dan perawatan kendaraan diperkirakan akan semakin tinggi sehingga menambah pengeluaran para pemilik kendaraan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.