Strategi Wali Kota Bandung Hadapi Kenaikan BBM: ASN Pakai Carpool, Potong Dana Mamin dan Perjalanan
Muhamad Syarif Abdussalam June 10, 2026 03:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung tidak menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat ke kantor setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax naik.

Seperti diketahui, BBM jenis Pertamax yang asalnya hanya Rp 12.300 per liter naik menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 yang awalnya Rp 12.900 per liter naik menjadi Rp 17.000 per liter.

Farhan mengatakan, dengan kenaikan harga BBM itu efisiensi operasional menjadi sangat penting bagi semua pegawai Pemkot Bandung agar biaya yang dikeluarkan setiap hari untuk BBM tidak terlalu tinggi.

"Saya berpikir mungkin betul-betul nih, kita akan paksa minimal para pegawai Pemkot datang ke kantor tidak dengan kendaraan pribadi gitu. Atau kalaupun kendaraan pribadi, kita bikin carpool," ujarnya saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut dipicu oleh supply and demand. Ketika demand tidak pernah turun, maka supply akan turun naik dan kondisi tersebut diperparah dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah.

"Jadi dengan naiknya harga BBM ini, artinya memang tingkat supply ini lagi rendah dan harga dolar lagi tinggi. Apa boleh buat kita hadapi, maka saran saya adalah mari bersama-sama kita lakukan efisiensi operasional," katanya.

Sayangnya, kata Farhan, terkait kondisi ini pemerintah daerah tidak bisa mengontrol harga. Tetapi, bisa bersama-sama menjaga, jangan sampai masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkot Bandung menjadi konsumen yang boros.

"Nah, kalau untuk tidak menjadi konsumen yang boros, kita bisa sama-sama mengendalikan," ucap Farhan.

Sementara hal yang paling mengkhawatirkan bagi Pemerintah Kota Bandung dengan kondisi ini yakni biaya BBM untuk pengangkutan sampah membengkak karena harus menggunakan BBM jenis Dexlite yang harganya mencapai Rp 23 ribu per liter.

"Tapi ya sudah, kita sama-sama akan lakukan efisiensi dan penghematan operasional. Belanja operasional nanti ada beberapa yang di-cut ya seperti makan dan minum (Mamin), dan biaya perjalanan dinas akan mengalami penurunan yang lumayan signifikan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.