Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga otomatis berpindah ke Pertalite imbas kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax.
Fenomena ini terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Baca juga: Ibu-ibu di Lumajang Kaget Pertamax Tembus Rp16 Ribu di Saat Ekonomi Rakyat Lesu: Haduh
Per tanggal 10 Juni, BBM Jenis Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250.
Warga memilih melakukan penyesuaian dengan berbondong-bondong pindah di BBM jenis Pertalite, yang masih Rp10 ribu per liter.
Seperti halnya di SPBU Pertamina 54.611.24 Desa Suci, Manyar, antrean pengisian Pertalite mengular hingga ke jalan raya.
Pemandangan antrean tersebut tak seperti hari-hari biasanya yang sejak pagi tadi antrean sempat hingga jalan raya.
Sementara pengisian Pertamax di SPBU tersebut tampak lebih sepi dari biasanya.
Salah satu pekerja di Gresik, Rangga, merasakan dampak instannya.
Pengendara motor matic ini belum sempat memenuhi tangki kendaraan motornya pada 9 Juni 2026, kemarin.
"Ini baru ngisi BBM, sempat kaget dapat info tadi pagi, katanya BBM Pertamax naik hingga Rp16 ribuan, sekarang beli Pertalite saja," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Bapak dua anak ini terpaksa berpindah ke BBM Pertalite, harga Pertamax yang naik memaksanya beralih.
"Iya terpaksa pindah Pertalite yang lebih murah," ujarnya tersenyum.
Sementara pantauan di SPBU Pertamina 54.661.05 Sukomulyo, Manyar, untuk Pertalite habis, seperti disampaikan salah satu petugas.
"Habis mas," ujarnya sambil duduk di dekat pompa.
Petugas memasang tulisan pembatasan maksimal Rp100 ribu per hari.
Kemudian untuk pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU tersebut mengalami penurunan pembeli dari biasanya.
Pantuan di wilayah Roomo Manyar, warga memilih membeli Pertalite dibanding Pertamax.