TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fenomena kebakaran berulang di rumah Agusyani, dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum benar-benar reda.
Meski intensitasnya mulai menurun, namun api misterius yang muncul secara acak masih terus terjadi.
Hingga saat ini, kasus kebakaran sudah memasuki hari ke-19. Total sudah ada 123 kali kemunculan titik api.
Terbaru, terpal yang berada di belakang ruko, sebelah utara rumah Agusyani, tiba-tiba dilalap api pukul 19.20 WIB, Selasa (9/6/2026) malam.
Berdasarkan rekaman video, jilatan api tampak menghanguskan terpal, memunculkan lelehan yang jatuh ke tanah.
Api kemudian dipadamkan dengan disiram air.
Tak berselang lama, api kembali muncul pada 19.42 WIB. Kali ini membakar kayu di belakang dapur.
Disusul pukul 20.12 WIB api tiba-tiba muncul di bawah tangga dan terakhir api membakar topi di tangga belakang ruko pukul 21.07 WIB.
Pada Selasa (9/6/2026) total ada 7 kemunculan titik api.
Api tersebut membakar dapur bagian belakang, kandang ayam di lorong utara rumah, handuk yang sedang dijemur di rumah tetangga Agusyani hingga terpal di belakang ruko, yang sementara menjadi tempat pengungsian.
Baca juga: Hari ke-18 Fenomena Api di Seyegan, Peneliti Ungkap Anomali Bawah Tanah
Tim dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, Tim Gegana Sat Brimob Polda DIY hingga BPPTKG sebelumnya telah turun ke lokasi dan melakukan observasi sejak pekan lalu.
Terbaru, tim laboratorium geofisika eksplorasi dari UGM menerjunkan alat georadar dan geolistrik, untuk memindai lapisan bawah tanah rumah Agusyani.
Hasilnya ditemukan ada retakan dan anomali lapisan dibawah tanah.
Temuan ini semakin menguatkan, dugaan adanya migrasi gas yang muncul dari bawah tanah.
Namun hasil penelitian ini perlu kajian atau analisis lebih lanjut.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga telah turun ke lapangan, ikut mengusut penyebab teror api ini.
Selanjutnya, tim dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM juga telah melakukan metode penjenjuhan basa atau penyuntikan larutan air kapur ke dalam tanah untuk mengatasi kebakaran berulang di Seyegan, Sleman ini.
Metode ini bertujuan menekan bakteri penyebab produksi gas hidrogen yang diduga menjadi penyebab pemicu api.
Dari semua penelitian yng masih berjalan, sampai sekarang belum ada satupun kesimpulan final untuk mengungkap penyebab kemunculan api ini.
Hingga hari ke-19 keluarga Agusyani dibantu relawan dan warga masih terus berjaga.
Api masih kerap tiba-tiba muncul. Entah sampai kapan. (*)