Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Setelah bertahun-tahun persiapan, turnamen terbesar di dunia sepak bola itu akan dimulai dalam waktu kurang dari 24 jam, dengan Meksiko sebagai tuan rumah bersama membuka laga menghadapi Afrika Selatan—ulang dari pertandingan pembuka edisi 2010. Selama lima setengah minggu ke depan, rekor akan dipecahkan dan sejarah baru akan tercipta ketika para pemain hebat modern berjuang demi trofi paling bergengsi di dunia olahraga.
Bagi sebagian pemain, ajang ini bisa menjadi momen yang melambungkan karier mereka ke level tertinggi. Sejarah Piala Dunia dipenuhi kisah pemain yang datang tanpa banyak sorotan, namun pulang sebagai bintang besar setelah tampil gemilang di panggung utama.
Dari Salvatore Schillaci hingga James Rodriguez, menyaksikan seorang pemain menjadi sorotan dunia selalu menjadi pengalaman menegangkan sekaligus sulit diprediksi. Siapa, misalnya, yang menyangka Sofyan Amrabat akan menjadi salah satu pemain terbaik di edisi 2022?
Tetap saja, tidak lengkap rasanya membicarakan Piala Dunia tanpa menebak siapa saja pemain muda yang mungkin akan mencuri perhatian di edisi kali ini di Amerika Utara. Berikut adalah 10 nama yang patut diperhatikan:
Ibrahim Maza (Aljazair)
Setelah absen sejak 2014, Aljazair kembali ke Piala Dunia dengan skuad penuh talenta menyerang—mulai dari ikon veteran Riyad Mahrez, pencetak gol terbanyak kualifikasi Afrika Mohamed Amoura, hingga bintang seperti Amine Gouri dan Houssem Aouar.
Dalam skuad semewah itu, menembus tim utama bukan perkara mudah bagi pemain muda seperti Ibrahim Maza. Namun penyerang berusia 20 tahun itu berhasil menarik perhatian lewat musim debut impresif bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga, mencetak lima gol dan enam assist setelah pindah dari Hertha Berlin.
Dijuluki 'Mazadona' sejak kecil, gaya bermain cepat dan visi umpannya membuatnya dibandingkan dengan Florian Wirtz. Manchester City, Arsenal, dan Atletico Madrid dikabarkan tertarik mendatangkannya musim panas ini. Namun Maza tetap fokus pada Piala Dunia, bahkan dengan percaya diri menyatakan bahwa Aljazair akan “mengalahkan Lionel Messi” saat menghadapi Argentina di laga pembuka Grup J.
Nestory Irankunda (Australia)
Berbeda dengan skuad penuh pemain senior pada 2022, Australia kali ini hadir dengan deretan talenta muda menarik. Mohamed Toure tampil tajam bersama Norwich City di Championship, sementara bek muda Lucas Herrington bersinar di Colorado Rapids dan berpeluang pindah ke Eropa.
Namun perhatian utama tertuju pada Nestory Irankunda. Penyerang ini mencuri perhatian sejak usia 16 tahun bersama Adelaide United di A-League, hingga akhirnya direkrut Bayern Munich pada 2024. Walau gagal menembus tim utama di Jerman, Irankunda kembali menemukan performanya bersama Watford musim ini.
Dikenal dengan kaki kiri yang luar biasa kuat dan kemampuan mengeksekusi bola mati, Irankunda bisa menjadi faktor pembeda bagi Socceroos di Amerika Utara.
Kerim Alajbegovic (Bosnia & Herzegovina)
Tak semua remaja yang dibawa ke Piala Dunia akan mendapat menit bermain, namun Kerim Alajbegovic memaksa Bosnia & Herzegovina untuk mempercayainya. Pemain 18 tahun ini berperan penting dalam kemenangan playoff atas Wales dan Italia pada Maret lalu, dan kini berpeluang tampil starter saat menghadapi Kanada di laga pembuka.
Sayap dua kaki yang elegan dan tajam di depan gawang ini mencetak 13 gol untuk Red Bull Salzburg musim lalu, cukup untuk membuat Bayer Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali. Jika tampil apik di turnamen ini, ia bisa menjadi incaran banyak klub besar Eropa.
Pavel Sulc (Ceko)
Nama Pavel Sulc mungkin sudah dikenal penggemar Ligue 1, tapi bagi banyak orang, Piala Dunia ini akan menjadi perkenalan pertama dengan salah satu bintang baru sepak bola Ceko. Setelah dua musim mencetak 20 gol per musim bersama Viktoria Plzen, Sulc pindah ke Lyon dan menambah 14 gol serta tujuh assist di musim debutnya.
Bermain sebagai gelandang serang namun fleksibel di sayap atau depan, Sulc mulai menarik minat klub Premier League. Dengan kemampuannya mencetak gol dan kreatif di lini depan, ia bisa menjadikan Ceko sebagai tim yang patut ditonton.
Noah Sadiki (Republik Demokratik Kongo)
Pencapaian Sunderland yang finis ketujuh di Premier League dan lolos ke Liga Europa menjadi kejutan besar musim ini. Di antara pemain baru yang bersinar, nama Noah Sadiki mungkin yang paling mendapat pujian dari fans.
Didatangkan dari Union Saint-Gilloise, Sadiki dibandingkan dengan N’Golo Kante karena daya juang dan kecerdasannya dalam menguasai bola—dan ia membuktikan reputasi itu. Jika mampu membawa performa klubnya ke level internasional, Sadiki bisa menjadi motor utama DR Kongo di Piala Dunia pertama mereka sejak tampil sebagai Zaire pada 1974.
Dengan gaya bermain cepat dan penuh energi, pemain 21 tahun ini bisa menjadi sosok yang menonjol di turnamen yang diprediksi akan berlangsung dengan tempo lambat.
Yan Diomande (Pantai Gading)
Apakah pemain yang hampir pasti akan dijual seharga lebih dari €100 juta masih bisa disebut ‘pendatang baru’? Pertanyaan itu layak diajukan untuk Yan Diomande, namun mengingat ia baru tampil kurang dari 60 laga profesional, banyak penggemar mungkin baru akan mengenalnya di Piala Dunia ini.
Setelah mencetak 12 gol dan delapan assist dalam musim debutnya di RB Leipzig, Diomande dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Bundesliga. Liverpool dan Paris Saint-Germain kini bersaing untuk mendapatkan tanda tangannya.
Bisa bermain di kedua sayap, Diomande kemungkinan besar akan tampil di sisi kiri untuk Pantai Gading, berduet dengan Amad Diallo di kanan. Jika ingin mencari nama alternatif, rekan senegaranya Bazoumana Toure (20) dari Hoffenheim juga patut diperhatikan.
Gilberto Mora (Meksiko)
Meski menjadi pemain termuda di turnamen ini, Gilberto Mora memikul beban besar sebagai wajah masa depan tim nasional Meksiko. Setelah cedera yang sempat membuatnya absen empat bulan, gelandang Tijuana berusia 17 tahun ini kini kembali fit dan siap menjadi kreator utama di belakang Raul Jimenez.
Banyak klub besar Eropa telah memantau perkembangannya, dan penampilan gemilang di Piala Dunia ini bisa memicu perebutan tanda tangannya di bursa transfer mendatang.
Antonio Nusa (Norwegia)
Ketika Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun, sorotan utama tentu tertuju pada Erling Haaland dan Martin Odegaard. Namun, Antonio Nusa juga pantas mendapat perhatian besar. Dijuluki ‘Neymar dari Norwegia’ sejak usia 16 tahun, Nusa kini menjadi salah satu pemain sayap paling berbahaya di Bundesliga bersama RB Leipzig.
Dengan delapan gol dan sembilan assist dari 24 caps, pemain 21 tahun ini akan menjadi penyedia umpan utama bagi Haaland, tapi juga mampu mencetak gol spektakuler sendiri.
Ben Gannon-Doak (Skotlandia)
Ben Gannon-Doak sempat digadang-gadang sebagai penerus Mohamed Salah di Liverpool, namun cedera meniskus dan masalah hamstring menghambat perkembangannya. Meski begitu, Bournemouth berani menebusnya seharga £25 juta musim lalu, dan dengan 14 caps untuk Skotlandia, ia menunjukkan potensi besar.
Baru berusia 20 tahun, gaya bermainnya yang klasik—menyisir sisi lapangan dan mengirim umpan silang tajam—bisa menjadi senjata penting bagi tim asuhan Steve Clarke untuk lolos ke babak gugur.
Johan Manzambi (Swiss)
Para penggemar Freiburg tentu sudah mengenal Johan Manzambi setelah performa briliannya membawa klub Jerman itu ke final Liga Europa. Dengan stamina luar biasa dan kemampuan distribusi bola yang tajam, ia menjadi mitra ideal bagi Granit Xhaka di lini tengah Swiss.
Manzambi mencetak tujuh gol dan enam assist untuk Freiburg musim lalu, serta tiga gol dari 12 caps bersama tim nasional. Sebagai gelandang serba bisa, ia bisa menjadi kunci bagi Swiss untuk menembus jauh di turnamen tahun ini.