Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dendi Suryadi, menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, mulai dari tingginya serapan kuota hingga tidak adanya laporan jamaah hilang selama operasional haji berlangsung.
Hal tersebut disampaikan Dendi usai menghadiri apel petugas haji Indonesia di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Rabu (10/6/2026).
Menurut Dendi, salah satu indikator penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini adalah tingkat serapan kuota yang mencapai 99,63 persen.
Angka tersebut dinilai sangat baik mengingat besarnya jumlah kuota haji Indonesia.
"Serapan kuota tahun ini mencapai 99,63 persen. Ini angka yang cukup baik dan menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji," ujarnya.
Baca juga: Keceriaan Darmawangsyah Muin Sambut Kedatangan Ratusan Jemaah Haji Asal Gowa
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menargetkan penurunan angka kematian jamaah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada penyelenggaraan haji 2025, tercatat 461 jamaah wafat atau sekitar 0,21 persen dari total lebih dari 221 ribu jamaah Indonesia.
Keberhasilan lainnya terlihat dari tidak adanya laporan jamaah hilang selama operasional haji tahun ini.
Pada tahun sebelumnya, terdapat tiga kasus jamaah hilang yang menjadi perhatian penyelenggara.
"Tahun lalu ada tiga jamaah yang hilang. Tahun ini sampai sekarang tidak ada laporan jamaah hilang," kata Dendi.
Ia menambahkan, indikator keberhasilan lainnya adalah berkurangnya keluhan jamaah terhadap layanan yang diberikan petugas, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga layanan ibadah.
Tak hanya itu, Dendi menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan haji.
Karena itu, tidak adanya penyimpangan atau moral hazard dalam pelaksanaan tugas juga menjadi salah satu ukuran keberhasilan yang terus dijaga oleh seluruh petugas.
Meski berbagai capaian positif mulai terlihat, Dendi mengingatkan bahwa evaluasi akhir baru dapat dilakukan setelah seluruh rangkaian operasional selesai dan jamaah terakhir kembali ke Tanah Air.
"Operasi pelayanan haji ini belum selesai. Namun sejauh ini sejumlah indikator menunjukkan hasil yang positif. Nanti setelah seluruh proses berakhir, baru bisa dilihat secara utuh tingkat keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2026," jelasnya.
Dendi juga mengapresiasi dedikasi para petugas haji Indonesia yang telah bekerja selama lebih dari 50 hari melayani jamaah.
Menurutnya, kekompakan dan soliditas petugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
"Kami berharap seluruh petugas tetap istiqamah dan fokus sampai proses pemulangan jamaah selesai. Keberhasilan haji bukan hanya saat puncak ibadah, tetapi ketika seluruh jamaah dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan selamat," pungkasnya.