TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas di SPBU 74.921.05 Jl Agus Salim Kabupeten Gowa tampak berbeda dari biasanya, Rabu (10/6/1026).
Pantauan di lokasi sekira pukul 14.40 WITA, are pengisian bahan bakar tersebut sepi.
Terlihat tidak ada kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar.
Area dispenser yang biasanya ramai terlihat lengang.
Beberapa nozzle pengisian dalam kondisi tidak digunakan.
Petugas SPBU juga tidak terlihat melayani kendaraan seperti hari-hari sebelumnya.
Beberapa dari mereka terlihat berada dalam area SPBU.
Dari bagian depan, akses masuk SPBU ditutupi palang besi.
Sejumlah pengendara yang datang terlihat hanya berhenti sejenak sebelum kembali meninggalkan area SPBU.
Tak beroperasinya SPBU tersebut bertepatan dengan hari pertama kenaikan BBM jenis Pertamax.
Diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Kenaikan sebesar Rp4.350 per liter tersebut mulai berlaku pada hari ini.
Lonjakan harga itu membuat biaya pengisian bahan bakar kendaraan meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya.
Namun hingga kini belum diketahui apakah penutupan SPBU 74.921.05 berkaitan dengan kebijakan penyesuaian harga BBM tersebut.
Salah seorang warga, Ahmad, mengaku mendapati SPBU tersebut tidak melayani pengisian bahan bakar.
Menurut Ahmad, SPBU tersebut selama ini menjadi salah satu lokasi pengisian bahan bakar yang cukup ramai karena berada di jalur utama yang dilalui masyarakat setiap hari.
"Tidak tahu juga sejak kapan, tapi pas saya mau isi bensin tadi tertutup di depan, ada palang besi," katanya.
Hal serupa juga ditemui di SPBU yang berada di Jalan Veteran Selatan, Kota Makassar.
SPBU tersebut tak melayani aktivitas pengisian BBM saat penulis melintas di wilayah tersebut sekira pukul 13.00 WITA. (*)