Tagihan Listrik Rp 2,6 Miliar Bikin Restoran Michelin Ini Menyerah
GH News June 10, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Restoran yang masuk panduan rekomendasi Michelin ini menjadi korban dari kondisi ekonomi dunia saat ini. Restoran ini ditutup karena tak mampu bertahan.

Kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak baik-baik saja berdampak besar bagi beberapa pemilik usaha kuliner. Melonjaknya biaya operasional dan inflasi atau krisis biaya hidup akhirnya menekan daya beli masyarakat.

Selain itu, restoran-restoran ini juga kesulitan mempertahankan standar tinggi dan sulit balik modal ketika harga bahan baku premium jadi sangat mahal. Hal-hal seperti itu membuat banyak pemilik usaha kuliner, termasuk restoran berbintang Michelin, memutuskan untuk mundur.

Salah satunya restoran di Manchester, Inggris yaitu Climat. Restoran tersebut pertama kali dibuka pada November 2022. Mereka berhasil menjadi salah satu yang direkomendasikan oleh Michelin karena menawarkan masakan Prancis nikmat dan memiliki 400 pilihan jenis wine, serta punya pemandangan rooftop yang luar biasa.

Restoran ini juga dikenal sebagai tempat kumpulnya banyak selebriti dunia hingga pesepakbola legendaris, David Silva, lapor thesun.co.uk (1/5).

Sayangnya, popularitas tersebut telah berubah menjadi sebuah kehancuran. Lokasinya yang ada di pusat kota Manchester itu kini ditutup secara permanen.

Tagihan Listrik Rp 2,6 Miliar Bikin Restoran Michelin Ini MenyerahRestoran Climat sempat mendapat panduan Michelin tetapi memutuskan untuk tutup. Foto: Instagram/@restaurantclimat

Dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial, pemilik Climat, Christopher Laidler mengungkap bahwa dia dengan berat hati mengumumkan penutupan restoran Climat segera.

"Sayangnya, kita adalah korban lain dari zaman yang kita jalani sekarang," ujarnya.

Pemilik restoran ini menjelaskan alasan penutupannya disebabkan oleh krisis biaya hidup yang terus berlanjut serta kenaikan harga makanan. Dikombinasikan dengan inflasi pangan yang merajalela dan beban pajak terus meningkat bagi usaha kecil, menurutnya menciptakan badai sempurna bagi industri restoran atau perhotelan seperti ini.

Ia juga mengungkap kalau tagihan listrik restoran Climat sangat fantastis, sebesar £112.000 (Rp 2,6 miliar) untuk 13 bulan pertama beroperasi. Jumlah tersebut 400% lebih banyak dari anggaran yang sudah mereka tetapkan.

Masalah disusul dengan adanya kenaikan gaji staf sebesar 33%, kemudian lonjakan pajak usaha dari £12.000 (Rp 288,565,837) per tahun menjadi £38.000 (Rp 913,791,817) per tahun.

"Semua peningkatan ini, di samping penurunan jumlah pengunjung, akan menjadi bencana bagi banyak orang," ujar pemilik restoran tersebut.

Tagihan Listrik Rp 2,6 Miliar Bikin Restoran Michelin Ini MenyerahRestoran ini tutup segera karena biaya operasional termasuk listrik yang sangat mahal. Foto: Instagram/@restaurantclimat

Di akhir, Christopher menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja fantastis dari tim selama 3,5 tahun terakhir. Menurutnya, penutupan ini tidak mencerminkan upaya dan dedikasi mereka.

Selama beroperasi, restoran Climat dibanjiri ulasan positif. Tidak butuh waktu lama juga bagi mereka untuk masuk dalam panduan Michelin. Sayangnya, tempat makan tersebut tidak memiliki pilihan lain selain tutup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.