BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memastikan kesiapan menghadapi dampak musim kemarau, terutama ancaman kekeringan yang berpotensi menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Pangkalpinang menyatakan siap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat apabila mulai terdampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila kondisi kekeringan terjadi.
"Untuk kekeringan, BPBD siap menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau atau kekeringan," ujar Dedi Revandi, kepada Bangkapos.com, (10/6/2026).
Tak hanya menyiapkan pasokan air bersih, BPBD juga berencana membuka layanan call center yang dapat dimanfaatkan warga untuk melaporkan kebutuhan bantuan air di wilayah masing-masing.
Menurut Dedi, masyarakat Kota Pangkalpinang nantinya dapat menghubungi layanan tersebut apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak kemarau.
"Kami akan menyiapkan call center nantinya. Untuk masyarakat Pangkalpinang yang membutuhkan air bersih, kami dari BPBD siap mensuplai," katanya.
Baca juga: Wali Kota Saparudin Pastikan Tarif PDAM Tak Naik, Fokus Tambah Pelanggan dan Sumber Air
Meski telah melakukan berbagai langkah antisipasi, Dedy menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya wilayah di Kota Pangkalpinang yang mengalami kekeringan.
Namun demikian, BPBD telah menerima laporan terkait kejadian kebakaran yang terjadi di kawasan Pantai Pasir Padi, yang diduga berkaitan dengan kondisi cuaca panas dan mulai berkurangnya intensitas hujan.
"Hingga saat ini kita belum menerima laporan kekeringan, cuma kita sudah menerima laporan kebakaran di wilayah Pantai Pasir Padi," ucapnya.
Selain fokus pada potensi krisis air bersih, BPBD Kota Pangkalpinang juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau.
Berbagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan disebut terus diperkuat untuk meminimalisasi risiko kebakaran yang dapat mengancam lingkungan maupun keselamatan masyarakat.
BPBD Pangkalpinang pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor apabila ditemukan titik api ataupun wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)