BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax 92 hingga mencapai Rp16.650 per liter belum memengaruhi kebiasaan sebagian pengendara di Kabupaten Bangka Barat.
Pantauan di SPBU 24.333.128 Pal 3 Mentok, Rabu (10/6/2026) siang sekira pukul 13.30 WIB, aktivitas pengisian BBM berlangsung normal. Antrean kendaraan di jalur Pertalite maupun Pertamax 92 terlihat tidak mengalami perubahan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Di papan informasi digital SPBU, harga Pertamax 92 tercatat sebesar Rp16.650 per liter, naik Rp4.050 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.600 per liter.
Meski demikian, sejumlah pengendara tetap memilih mengisi Pertamax 92 dengan alasan sudah biasa dan sayang mesin.
“Karena udah biasa pakai Pertamax (Ron 92-red), sayang mesin juga kalau ganti ke Pertalite,” ungkap salah satu pengendara motor yang datang mengisi full.
Baca juga: Pertamax Tembus Rp16.650, Antrean Pertalite dan Solar Mengular di SPBU Gadung Toboali
Bagus, operator nozzle di SPBU tersebut juga mengungkapkan bahwa aktivitas BBM, baik Pertamax 92 atau Pertalite hari ini masih lancar dan kondusif.
“Kamu buka jam 7 pagi tadi dan sampai sekarang jam set 2 (siang-red), masih kayak biasa, kondusif. Enggak ada yang berubah. Pertalite juga masih segitu-segitu antreannya, yang ngisi Pertamax nya juga normal,” ungkap Bagus.
Menurutnya, hal itu dikarenakan sebagian besar pengendara yang datang ke SPBU sudah tau bahwa terjadi kenaikan harga BBM, termasuk Pertamax 92.
“Karena kan jaman sekarang di sosmed itu informasinya udah cepat, jadi masyarakat udah tau,” jelasnya.
Selain itu, aktivitas pengisian Pertamax juga masih lancar dan normal lantaran menurutnya para pengendara sudah terbiasa dan enggak berpaling ke Pertalite.
“Kalau yang sudah biasa Pertamax, tetap Pertamax lah. Masih ngisi full juga mereka. Karena kalau Pertamax ini kan katanya bagus untuk mesin “ imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)