Bunga Kamboja di Adipala Cilacap Bakal Punya Nilai Jual Tinggi, Diolah Menjadi Parfum
rika irawati June 10, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Aroma harum bunga kamboja yang selama ini tumbuh melimpah di lingkungan warga Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini dilirik sebagai sumber ekonomi baru.

Melalui pelatihan yang digelar PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, ibu-ibu di Adipala yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), dilatih mengekstrak aroma harum bunga kamboja menjadi parfum atau minyak wangi.

Pelatihan ini digelar di Balai Desa Adipala, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan ini pun disambut antusias puluhan anggota KWT.

Apalagi, mereka bisa mengeksplorasi potensi lokal memiliki nilai jual.

"Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan pembuatan parfum dari bunga kamboja dan ini menjadi peluang yang baik karena bahan bakunya melimpah di wilayah kami," kata Ketua KWT Pos 6, Ani.

Baca juga: Sidang TPPU Guz Yazid: Ada Catatan Alokasi Uang ke Ketua DPRD Cilacap, Saksi Tak Tahu Realisasinya

Menurutnya, selama ini, bunga kamboja di Adipala  dimanfaatkan dalam skala terbatas, misalnya untuk bahan teh maupun disetorkan kepada pihak lain yang memproduksi parfum, sehingga masyarakat belum memperoleh nilai tambah secara langsung.

"Sehingga, kami berharap, setelah pelatihan ini, anggota KWT bisa mempraktikkan sendiri dan mengembangkannya menjadi usaha," katanya.

Ani berharap, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan mampu diwujudkan menjadi produk yang dapat dipasarkan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

"Insyaallah, nanti bisa diproduksi dan dijual sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi anggota KWT dan masyarakat sekitar," ucapnya.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi parfum organik berbahan bunga kamboja.

Dorong Lahirnya Produk Unggulan Daerah

Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, Andiani Kuswardhany menjelaskan, pemilihan bunga kamboja didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Adipala.

Selain itu, bunga Kamboja juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

"Kamboja merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Adipala sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," kata Andiani.

Ia menuturkan, pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis tetapi juga mendorong lahirnya produk unggulan yang dapat menjadi identitas kelompok tani perempuan di Adipala.

"Harapannya, parfum organik ini dapat dipasarkan dengan kualitas yang baik dan menjadi produk khas KWT Adipala sehingga mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Dua Ruko di Bantarsari Cilacap Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Desa Adipala yang melihat pelatihan tersebut sebagai langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi peluang usaha produktif.

Kepala Desa Adipala Subur menyampaikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala atas kepeduliannya dalam membantu pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan yang dinilai bermanfaat bagi warga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Indonesia Power karena kegiatan ini sangat positif dan dapat menjadi salah satu cara untuk menambah penghasilan masyarakat Adipala," tutur Subur.

Ia menilai, keberadaan pohon kamboja yang tumbuh banyak di wilayah desa selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga pelatihan tersebut menjadi momentum untuk mengubah potensi yang ada menjadi sumber ekonomi baru.

"Semoga, keterampilan ini dapat dikembangkan oleh kelompok wanita tani dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta mendukung peningkatan perekonomian desa," harapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.