Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 51 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) Papua dan Adem Repatriasi yang menempuh pendidikan di Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun ajaran 2026/2027.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program Adem bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, sebanyak 26 peserta diterima melalui jalur SNBP dan 25 peserta melalui jalur SNBT.



Khofifah mengatakan capaian tersebut menunjukkan Program Adem tidak hanya membuka akses pendidikan bagi putra-putri Papua, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

“Jawa Timur selalu terbuka menjadi rumah belajar bagi anak-anak bangsa dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan berkarakter,” katanya.

Menurut dia, selama mengikuti pendidikan di Jawa Timur, peserta Ademmemperoleh pengalaman akademik sekaligus pembelajaran keberagaman, toleransi, dan kehidupan sosial yang memperkuat semangat persatuan.

“Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun Papua dan Indonesia. Teruslah belajar, jangan pernah menyerah, dan jadilah generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah asal maupun bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, kuota Program Adem Papua di Jawa Timur meningkat menjadi 152 peserta didik dari sebelumnya 145 peserta didik.

“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan keberhasilan peserta Adem menembus perguruan tinggi negeri menjadi bukti bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.

“Saya sangat bangga dengan capaian murid-murid Adem Papua. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua angkat, serta dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi mereka,” ujarnya.



Saat ini terdapat 440 peserta didik Adem Papua yang menempuh pendidikan di berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur, terdiri atas 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah lulus pada 5 Mei 2026.

Sebanyak 127 lulusan Adem telah kembali ke daerah asal yang tersebar di sejumlah wilayah Papua, sedangkan delapan peserta lainnya lebih dahulu pulang untuk mengikuti seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan pendidikan tinggi kedinasan.

Salah satu peserta Adem, Yazinta Kaipman dari SMA Negeri 1 Kejayan, Pasuruan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut selama tiga tahun di Jawa Timur.

“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” katanya.