Baru Saja Gempa Terkini M 3.8 di Melonguane Sulawesi Utara, Cek Info BMKG
Amiruddin June 10, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Baru saja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merilis informasi gempa bumi terkini di barat laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada Rabu 10 Juni 2026.

Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.

Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna untuk masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.

Melonguane berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Kota Melonguane sekaligus menjadi pusat pemerintahan atau ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Talaud.

Jarak Melonguane ke Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, diperkirakan sekitar 345 km.

Dalam rilis terbaru BMKG disebutkan, gempa hari ini di Melonguane memiliki magnitudo 3.8.

Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).

Waktu terjadinya gempa sekira pukul 17:40:29 WIB.

Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa Melonguane berada 5.80LU, 125.56BT.

Pusat gempa terkini berada 235 km di barat laut Melonguane.

Gempa hari ini berada di kedalaman 90 Km.

Informasi gempa Melonguane disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.

"#Gempa Mag:3.8, 10-Jun-2026 17:40:29WIB, Lok:5.80LU, 125.56BT (235 km BaratLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:90 Km #BMKG 

Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.

Baca juga: Gempa Melonguane Sulawesi Utara M 4.1 Kedalaman 3 Km, Cek Info BMKG Terbaru


Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

 

Baca juga: Gempa Terkini M 6.2 Hantam Melonguane Sulawesi Utara, Cek Kedalaman via BMKG

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.


(*)

(TribunKaltara.com/Amiruddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.