TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk terus maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden hingga akhirnya terpilih pada 2024.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Prabowo menyinggung perjalanan panjangnya dalam dunia politik yang telah beberapa kali mengalami kekalahan.
Ia menyebut telah mengikuti pemilihan presiden sejak tahun 2004 melalui konvensi Partai Golkar.
Selain itu, ia juga mencatat pernah ikut serta dalam Pilpres 2009, 2014, 2019, hingga akhirnya menang pada 2024.
Dengan demikian, Prabowo mengakui telah lima kali maju dalam kontestasi tersebut dengan empat kali kekalahan.
Ia juga mengatakan banyak pihak mempertanyakan keputusannya untuk terus kembali bertarung setelah beberapa kali gagal.
Menurutnya, ada pula analis yang menilai dirinya sangat berambisi menjadi presiden karena terus maju dalam setiap pemilihan.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa keputusannya bukan semata didasari keinginan untuk meraih jabatan.
Ia menyampaikan bahwa tekadnya untuk terus berjuang didasarkan pada keyakinan dan komitmen yang lebih luas terhadap bangsa.
Baca juga: Proyek SPPG Mangkrak, Investor Ngamuk di Kantor BGN, Minta Tanggung Jawab: Kita Orang Prabowo Juga
"Saudara-saudara, saya tadi dikatakan berapa kali maju jadi presiden? Tadi disebut tiga kali kalah, salah, empat kali kalah. Iya,
Saya usaha dari presiden dari 2004 konvensi golkar iya kkan. 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali, empat kali kalah," kata Prabowo, Rabu.
"Orang bingung, sudah 4 kali kalah masih mau maju lagi," ujar dia melanjutkan.
Prabowo bahkan menyebutkan bahwa ada analis-analis yang menilai Prabowo begitu ingin menjadi presiden karena mencalonkan diri sampai berkali-kali.
Ia mengeklaim, tekadnya maju sebagai calon presiden tidak didasari oleh keinginan menduduki jabatan semata.
Baca juga: Prabowo Lantik 4 Pejabat Sore Ini, Chatib Basri Gantikan Menkeu Purbaya? Istana: Jangan Dikaitkan
Prabowo mengatakan, ia berniat terus maju sebagai calon presiden karena melihat Indonesia sedang bergerak menuju arah yang salah sejak dekade 1990-an lalu.
"Saudara-saudara, kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an, Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah melihat," kata Prabowo.
Ia pun menegaskan bahwa jabatan presiden yang disandangnya bukanlah pekerjaan mudah.
"Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lo kira enak? Iya kan," kata Prabowo.
(TribunTrends/Kompas.com)