Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Beberapa anggota Viking Persib Club diserang oleh beberapa oknum yang diduga suporter Persija Jakarta saat melakukan doa bersama di Serang.
Akibat kejadian tersebut terdapat anak-anak yang menjadi korban, ada yang terinjak dan trauma melihat kejadian tersebut.
Pihak Viking Serang pun sudah melaporkan kejadian tersebut.
Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Sidha, menyebut itu merupakan kejadian yang sangat memilukan.
"Sangat memilukan di dalam suporter yang menempatkan dirinya di luar batas-batas kemanusiaan. Kejadian kemarin seharusnya tidak terjadi, suporter memaknai bahwa sepak bola itu bagian dari persaudaraan. Sehingga kita bisa saling menghargai tentunya di luar arena pertandingan," ujar Arlan, saat dihubungi, Tribun Jabar, Rabu (10/6/2026).
Arlan mengatakan saat peristiwa terjadi, itu jelas tak ada pertandingan dan tak ada hal yang harusnya menjadi atau memunculkan ketegangan.
Baca juga: BREAKING NEWS : Faunaland Resmi Jadi Pengelola Baru Bandung Zoo
"Yang jelas ini kalau untuk yang di Serang, langkah yang sudah dilakukan oleh Pak Ketum, mengirimkan tim untuk advokasi bantuan hukum dan sudah dilakukan," kata Arlan.
Arlan mengatakan untuk ke depannya jika terjadi hal serupa masih sama, yang pertama tidak melakukan provokasi kepada suporter lawan, entah itu pada Jakarta atau suporter lain.
"Kedua kita selalu menghargai dan menjaga kondusivitas di setiap daerah masing-masing. Ketiga kalau terjadi sesuatu, atau provokasi dari pihak manapun bentuk yang paling awal dilakukan komunikasi dengan pihak keamanan atau aparat setempat," ujar dia.
Arlan menjelaskan sehingga tidak menjadi meluas melebar dan tidak menjadi prasangka-prasangka yang lain.
"Seperti kemarin kejadian mereka membuat acara sudah kordinasi dengan pihak kepolisian, yang artinya seharusnya mereka di bawah pengawalan pihak kepolisian dan itu diberi izin, tentunya Viking yang ada di Serang tak melakukan apa-apa hanya kegiatan doa bersama," katanya.
Arlan mengatakan harusnya memperketat kesigapan karena kondisi di luar kota, luar Bandung banyak terjadi senggolan atau gesekan tak seperti di Bandung.
"Karena banyak berbagai suporter, apalagi yang berdekatan dengan Jakarta, seperti Serang atau perbatasan.
Menurutnya, perlu ada forum komunikasi yang dibentuk oleh kepolisian sehingga hal ini tak terjadi lagi.
"Agar semua suporter bisa menahan diri, dan bisa dipantau di bawah pihak kepolisian," ucapnya. (*)