TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pasangan selebriti Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penipuan umroh PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Travel.
Pemeriksaan berlangsung di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).
Pada pemerikaaan hari ini, Thariq dan Aaliyah didampingi kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo.
"Tadi kami diperiksa terkait hubungan Thariq dan Aaliyah dengan Hanania Group. Kami datang untuk menjelaskan duduk perkaranya agar tidak ada simpang siur informasi," kata Sangun di Polda Metro Jaya.
Sangun menjelaskan, kerja sama Thariq dan Aaliyah dengan Hanania bermula dari tawaran endorsment ibadah umroh pada 2025 lalu.
Menurut dia, Thariq sempat mencari tahu tentang rekam jejak Hanania Travel sebelum menerima tawaran kerja sama.
"Kalau sejak awal tahu travel ini bermasalah, sudah pasti mereka tidak akan mau mengiklankannya," ujar Sangun.
Ia mengungkapkan, bentuk kerja sama antara kedua kliennya dan Hanania hanya sebatas promosi di Instagram Story dan feed.
Thariq dan Aaliyah mendapat fasilitas perjalanan umrah bersama putra mereka. Di luar itu, keduanya mengeluarkan biaya sendiri untuk mengajak anggota keluarga lainnya.
Total biaya yang dikeluarkan Thariq dan Aaliyah mencapai lebih dari Rp 160 juta. Uang tersebut sudah dibayarkan kepada pihak Hanania.
"Kita telah membayar kepada Hanania hampir Rp 170 juta atau sekitar Rp 160 juta sekian. Itu belum termasuk biaya-biaya lain selama di sana," ungkap Sangun.
Sebelumnya, Direktur PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Travel Ahmad Syah Farhan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan umroh.
Iman mengatakan, Farhan diduga menggelapkan dana calon jemaah untuk kepentingan di luar umroh.
"Hasil dari pengambilan keterangan terhadap terduga tersangka saat ini, uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari kepentingan perjalanan umrah para jamaah," kata Iman, Selasa (2/6/2026).
Iman mengungkapkan, sebagian dari dana para calon jemaah digunakan untuk membayar jasa influencer yang memasarkan Hanania Travel.
"Sebagian juga digunakan untuk membayar influencer, sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing," ungkap dia.
Polisi pun berencana memeriksa sejumlah influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Travel.
"Tentunya kami juga akan mengambil keterangan terhadap para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umroh yang ditawarkan oleh PT Khazanah Tamma Internasional tersebut atau Hanania Group," ujar Iman.