Petani di OKI Tewas Tersambar Petir di Sawah, Disaksikan Istri yang Kini Syok Berat
Moch Krisna June 10, 2026 11:32 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG –
Cuaca ekstrem yang berubah drastis dalam sekejap membawa petaka maut di areal persawahan Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Rabu (10/6/2026) pukul 15.00 WIB.

Sepasang suami istri yang sedang menggarap lahan sawah mendadak terjebak di tengah kepungan hujan deras dan dentuman guntur.

Nahas, sang suami bernama Iskandar (56) tewas seketika di lokasi kejadian setelah petir menyambar lehernya, sementara sang istri berhasil selamat meski dalam kondisi syok berat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Berkat, Juanda menceritakan sejak pagi hari, pasangan suami istri ini sebenarnya beraktivitas normal seperti biasa menggarap sawah.

Namun menjelang sore, langit di SP Padang mendadak gelap gulita.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir langsung mengguyur kawasan persawahan," ujar Juanda kepada wartawan.

Dikarenakan posisi mereka berada di tengah hamparan sawah luas dan terbuka, pasangan ini kesulitan mencari tempat berlindung.

"Tidak ada tempat untuk berteduh yang aman di dekat sana. Akhirnya mereka terpaksa tetap berada di lokasi, pasrah sambil menunggu hujan sedikit reda," sambungnya.

Menurutnya, petaka datang begitu cepat di tengah kepungan gemuruh. Satu dentuman petir sangat kuat tiba-tiba menyambar tepat di area tempat Iskandar dan istrinya berdiri.

"Petir tersebut langsung mengenai bagian leher korban (Iskandar). Sambaran yang sangat fatal itu mengakibatkan korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian," ungkap Kades.

Beruntung, sang istri, Ladiarti, lolos dari maut. Kendati fisik tak terluka, namun ia mengalami syok berat dan histeris melihat sang suami sudah tidak bernyawa dalam sekejap mata.

"Warga sekitar yang mendapat kabar duka tersebut langsung berhamburan ke lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah Iskandar ke rumah duka," bebernya.

Kepergian Iskandar yang begitu mendadak meninggalkan luka di hati masyarakat Desa Berkat. Di mata warga, almarhum bukan sekadar petani biasa, melainkan sosok yang berjiwa sosial tinggi.

"Kami semua merasa sangat kehilangan. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, ramah, dan selalu aktif membantu tetangga atau warga sekitar yang kesusahan," tutur Juanda yang turut menyampaikan belasungkawa.

Pantauan di lapangan, rumah duka terus didatangi pelayat yang ingin menyampaikan rasa belasungkawa.

"Insyaallah, jenazah almarhum akan dimakamkan pihak keluarga pada esok hari di TPU setempat," ujarnya.

Mendengar musibah yang menimpa warganya, Camat SP Padang, Indra Husin segera bergerak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Terkait kejadian ini, Indra mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani yang kerap beraktivitas di ruang terbuka.

"Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi. Aktivitas di lahan terbuka seperti sawah memiliki risiko yang sangat tinggi saat hujan disertai petir," tegas Indra.

Ia meminta para petani untuk tidak memaksakan diri bertahan di sawah jika langit sudah mulai mendung atau terdengar suara guntur.

"Kami berharap peristiwa pilu ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jika hujan dan petir mulai datang, segera tinggalkan area terbuka dan cari bangunan atau tempat yang aman. Keselamatan nyawa harus tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.