Kasus Pencurian Sapi di Desa Suanae Kabupaten TTU, Warga Temukan Gagang Pisau Tak Jauh dari TKP
Oby Lewanmeru June 10, 2026 11:41 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Desa Suanae, Thomas Sabu mengaku menemukan gagang pisau tak jauh dari TKP. Ia menemukan gagang pisau itu ketika bersama dua orang tetangganya hendak menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat melihat kerumunan warga berjarak 300 meter dari kediamannya sekira pukul 06.30 WITA.

Ia menjelaskan, gagang pisau itu berukuran sekitar 10 cm. Gagang pisau itu diduga kuat dijatuhkan oleh pelaku di pinggir jalan raya.

Jarak antara lokasi penemuan gagang pisau dan lokasi penjagalan atau penyembelihan sapi sekitar 100 meter. Gagang pisau tersebut langsung diamankan dan diserahkan ke pihak 

Korban pencurian sapi di Desa Suanae bernama, Gregorius Babu (57) mengaku mengalami kerugian sebesar Rp. 4.000.000 akibat sapi miliknya dicuri oleh orang tak dikenal (OTK).

Baca juga: BREAKING NEWS : Sapi Milik Warga Desa Suanae TTU Dicuri dan Dipotong OTK

Dikatakan Gregorius, sapi jantan miliknya yang dicuri berjumlah 1 ekor dan berumur sekitar satu tahun. Sapi tersebut biasanya diikat di belakang rumah. 

Pada Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 17.30 WITA, Gregorius masih sempat memberi makan sapi miliknya. Sapi itu tidak diberi cap maupun tanda pada telinga.

Warga RT/RW; 009/005, Desa Suanae ini menyebut, pada Rabu, 10 Juni 2026 sekir pukul 06.30 WITA, ia hendak memindahkan sapi miliknya yang diikat di belakang rumah. Namun, saat tiba di lokasi, ia tidak menemukan sapi tersebut.

Sementara itu, Pemilik sapi, Rofina Klaenoni (45) mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika sekira pukul 06.00 WITA, ia hendak memberi makan ternak sapi miliknya yang diikat di belakang rumah. 

Kendati demikian, ketika tiba di lokasi sapi-sapi tersebut sudah tidak berada di tempat. Rofina kemudian mencari sapi itu di belakang rumahnya.

Dua ekor sapi itu ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi dimana pertama kali ditambatkan. Sapi tersebut sudah disembelih.

"Sudah ada luka potong di leher dan dagingnya sudah diambil dan sisa hanya bagian kepala dan isi perut," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Rofina menemukan seekor sapi milik Gregorius Babu dalam kondisi serupa. Ia kemudian menginformasikan kepada yang bersangkutan.

Ia mengaku, dua ekor sapi betina miliknya dicuri dan disembelih. Sapi tersebut tidak memiliki cap di tubuhnya maupun tanda di telinga.

Masing-masing sapi tersebut memiliki anak yang berumur 4 bulan. Sebelumnya, anak-anak sapi tersebut juga tidak berada di lokasi dimana pertama kali ditambatkan.

Sapi itu ditemukan oleh masyarakat tidak jauh dari lokasi itu dalam kondisi hidup. Anak sapi itu langsung ditambatkan di belakang rumah miliknya.

Rofina mengalami kerugian fantastis akibat kasus pencurian ternak sapi ini yakni kerugian sekitar Rp. 15.000.000. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, usai dicuri dari lokasi dimana sapi itu pertama kali ditambatkan, sapi itu kemudian disembelih dan diambil dagingnya. OTK tersebut meninggalkan organ dalam sapi di lokasi tersebut.

Dalam foto-foto yang diterima POS-KUPANG.COM, OTK tersebut juga memotong empat kaki sapi dan meninggalkan tubuh sapi di lokasi. Tali yang yang digunakan untuk menambatkan sapi, masih terikat di leher hewan itu ketika dipotong.

Sebanyak tiga ekor sapi milik warga yang dicuri dan disembelih. Sapi ini dikabarkan milik dua orang warga berbeda yang berdomisili di Desa Suanae. (bbr)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.