JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Bintang Aston Villa, Morgan Rogers, akhirnya angkat bicara terkait rumor besar yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Arsenal. Pemain berusia 23 tahun itu, yang saat ini tengah bersiap untuk Piala Dunia 2026 di Florida, menegaskan bahwa meskipun sulit untuk mengabaikan semua "kebisingan" di luar lapangan, fokus utamanya tetap pada mengejar kejayaan dunia bersama Timnas Inggris serta membuktikan dirinya bisa tampil hebat bersama Jude Bellingham.
Rogers menanggapi minat Arsenal dan 'kebisingan' transfer
Sang bintang Aston Villa kini harus menghadapi gelombang spekulasi setelah juara Liga Primer Inggris, Arsenal, semakin serius mengejar tanda tangannya. Setelah mencatatkan musim luar biasa dengan torehan 14 gol dan 12 assist di semua kompetisi, laporan menyebutkan bahwa Mikel Arteta memandang Rogers sebagai rekrutan penting untuk memperkuat lini serang The Gunners dalam mempertahankan gelar mereka.
Berbicara dari markas latihan Timnas Inggris di West Palm Beach, Rogers mengakui bahwa menjadi pusat perhatian dalam perebutan transfer senilai £80 juta bisa menjadi gangguan tersendiri. "Saya rasa pertama kali hal ini terjadi memang terasa aneh," ujarnya dalam wawancara dengan program The Rest is Football di Netflix. "Kamu berada di posisi yang tidak nyaman ketika baru menyadari bahwa banyak orang yang tertarik padamu dan kamu belum sepenuhnya memahami hal itu. Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kamu tahu hal itu akan selalu ada, dan 95 persen dari itu hanyalah kebisingan. Kamu mendengarnya, tentu saja. Kamu tidak bisa menghindar dari itu. Tapi kamu harus mengubahnya menjadi hal positif. Kamu hanya perlu tetap bermain dan fokus."
Dilema taktik Inggris di posisi nomor 10
Kebangkitan Rogers menghadirkan dilema besar bagi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, terutama dalam menentukan siapa yang akan menjadi pusat kreativitas tim antara dirinya dan Bellingham. Beberapa pengamat berpendapat bahwa Rogers layak menjadi starter menggantikan pemain Real Madrid tersebut, namun Micah Richards menyebut Bellingham sebagai "superstar sejati" yang harus tetap menjadi pilihan utama. Rogers, di sisi lain, menegaskan bahwa keduanya bisa bermain bersama tanpa harus saling menggantikan.
"Saya yakin kami bisa bermain bersama," tegas Rogers. "Saya sangat ingin bermain bersama. Saya ingin bermain dengan para pemain terbaik Inggris. Dia berada di barisan terdepan dari kelompok itu dan seseorang yang sudah lama ingin saya mainkan bersamanya sejak muda, dan hal itu tidak berubah sampai sekarang."
Pencarian Arteta untuk tambahan pemain elite
Meski Rogers menjadi prioritas utama di Emirates Stadium, Arsenal dikabarkan tetap menyiapkan opsi lain jika Unai Emery menolak melepasnya. Jika transfer Rogers sulit terealisasi, The Gunners disebut telah memasukkan nama Morgan Gibbs-White ke dalam daftar alternatif mereka. Kapten Nottingham Forest itu menjalani musim produktif, meskipun secara mengejutkan tidak dipanggil oleh Tuchel untuk skuad Piala Dunia.
Aston Villa diperkirakan akan menuntut harga lebih dari £80 juta, mencerminkan status Rogers sebagai Pemain Muda Terbaik PFA 2024-25 serta perannya yang vital dalam kemenangan mereka di final Liga Europa melawan Freiburg. Dengan kontrak yang berlaku hingga tahun 2031, klub asal Birmingham itu memiliki posisi tawar yang sangat kuat.
Perjalanan cepat menuju ketenaran
Bagi Rogers, perjalanan dari pemain pinjaman di Championship hingga menjadi bintang Piala Dunia berlangsung dengan sangat cepat. Beberapa musim lalu, ia masih bermain untuk Bournemouth sebagai pemain pinjaman dari Manchester City. Kini, ia menjadi salah satu aset paling berharga di sepak bola Eropa, bahkan Paris Saint-Germain disebut ikut memantau situasinya jelang turnamen terbesar dalam kariernya.
"Sungguh gila melihat seberapa jauh kamu bisa melangkah dalam waktu singkat," ujar Rogers. "Namun kamu akan naif jika berpikir bahwa di sepak bola segalanya tidak bisa berubah begitu cepat. Itu bisa menjadi hal baik atau buruk, tergantung bagaimana kamu melihatnya. Dalam satu momen kamu bisa berada di puncak, dan di momen berikutnya kamu bisa hilang dan dilupakan. Itulah realitas keras dalam sepak bola." Untuk saat ini, Rogers tampak jauh dari kata dilupakan, karena ia bertekad mengamankan tempatnya di starting XI Inggris — baik sebagai rekan duet Bellingham maupun penggantinya.