TRIBUNLOBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Informasi Iklim Dasarian I Juni 2026.
Berdasarkan data terbaru, seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mulai musim kemarau. Periode ini ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori menengah hingga panjang, serta potensi curah hujan yang sangat rendah.
Saat ini, curah hujan di Bumi Gora didominasi oleh kategori Rendah (0–10 mm/dasarian) dengan sifat hujan berada di bawah batas normal (Bawah Normal). Pantauan HTH secara umum menunjukkan wilayah NTB sudah kering selama 11 hingga 30 hari.
Rekor kemarau terpanjang tercatat di Pos Hujan Donggo, Kabupaten Bima, yang dilaporkan sudah tidak mengalami hujan selama 40 hari berturut-turut (kategori Sangat Panjang).
Kondisi kemarau tahun ini kian diperkuat oleh dinamika atmosfer global. Fenomena ENSO saat ini terpantau berada pada kategori El Nino Lemah dengan indeks +1.04.
Kendati demikian, BMKG memprediksi fenomena ini akan berkembang dan menguat menjadi El Nino Moderat mulai Juni 2026. Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia pun saat ini sudah didominasi oleh angin timuran yang bersifat kering.
Meluasnya area terdampak memicu BMKG untuk mengeluarkan status peringatan dini kekeringan di sejumlah wilayah NTB dengan rincian sebagai berikut:
Level AWAS:
Kabupaten Bima: Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo, dan Parado.
Kabupaten Dompu: Kecamatan Kempo dan Manggalewa.
Kabupaten Sumbawa: Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang.
Level SIAGA:
Kabupaten Bima: Kecamatan Donggo.
Level WASPADA:
Kabupaten Lombok Barat: Kecamatan Sekotong Tengah.
Kabupaten Lombok Tengah: Kecamatan Janapria dan Praya Timur.
Kabupaten Lombok Utara: Kecamatan Bayan.
Kabupaten Lombok Timur: Meliputi 11 kecamatan (Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji, Montong Gading, Pringgabaya, Pringgasela, Sikur, Suela, Sukamulia, Terara, dan Wanasaba).
Peluang Hujan di Pulau Lombok
Meskipun kemarau telah merata, BMKG memprediksi masih ada peluang hujan lokal pada Dasarian II Juni 2026. Peluang hujan dengan intensitas di atas 20 mm/dasarian sebesar 10 persen–30?rpotensi terjadi di Lombok Utara, sebagian Lombok Tengah, sebagian kecil Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Sinyal hujan yang lebih kuat justru berada di wilayah barat. Terdapat peluang hujan sebesar 50 % –60 % yang diprediksi akan mengguyur wilayah Kota Mataram dan sebagian besar Kabupaten Lombok Barat. Sementara itu, untuk Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi dinyatakan nihil.
Imbauan Penting untuk Masyarakat
Menyikapi HTH yang kian memanjang dan meluasnya wilayah yang masuk zona merah kekeringan, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi.
Seperti hemat air bersih, gunakan pasokan air secara bijak dan efektif untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih di puncak kemarau.
Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman. Masyarakat dilarang keras membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Selalu penuhi kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca terik.
Masyarakat diharapkan tetap memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG secara berkala guna mengantisipasi dampak kerugian dalam perencanaan kegiatan ke depan.