SURYA.CO.ID, GRESIK - Penjualan handphone dan perbaikan elektronik di Gresik terdampak kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) .
Naiknya nilai dolar membuat harga sparepart elektronik mulai naik.
Kondisi ini membuat harga jual HP ikut melonjak.
Masyarakat juga harus merogph kantong lebih dalam jika ingin memperbaiki HP yang rusak.
Akibatnya, banyak warga kini enggan memperbaiki perangkatnya yang mengalami kerusakan.
Dampak penurunan pengguna jasa dirasakan tempat service handphone di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Gresik yang mulai sepi masyarakat yang memperbai handphone.
"Akibat terdampak kanaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, sehingga harga sparepart handphone ikut naik. Mulai harga batre, layar LCD dan lainnya mulai ikut naik. Dampaknya, masyarakat tidak memperbaiki handphonenya," kata Sucipto, pekerja jasa service handphone, Rabu (10/6/2026).
Lebih lanjut Sucipto menambahkan, dampak dari kenaikan harga sparepart handphone tersebut, masyarakat mulai enggan memperbaiki handphonenya.
Biasanya, setiap hari selalu ada orang yang memperbaiki handphone. Sekarang, mulai sepi.
"Sekarang, sejak nilai tukar Rupiah terhadap Dollar merosot mencapai Rp 18.000 per Dolar AS, masyarakat yang memperbai handphone dan membeli handphone mulai sepi. Masyarakat lebih memilih memakai handphone seadanya atau yang lama," katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Rizki, penjual handphone baru, mengatakan sejak beberapa hari ini pembeli handphone sepi.
Pasalnya, harga handphone baru mulai ikut naik akibat nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS terus menurun.
"Karena harga handphone mengikuti nila tukar Dolar AS, sehingga ikut naik," kata Rizki.
Rizki berharap, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS segera kembali menguat, sehingga harga handphone kembali turun.
"Kita berharap, agar nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS segera menguat, agar harga elektronik kembali normal. Terutama harga handphone," katanya.