TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang protes yang dilakukan sejumlah pihak yang mengaku sebagai investor pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Kepala BGN, Nanik S Deyang.
Para investor tersebut sebelumnya mendatangi kantor BGN pada Senin (8/6/2026) untuk meminta kejelasan terkait pembayaran pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka kerjakan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Nanik memastikan bahwa proses pencairan dana operasional bagi sejumlah SPPG sebenarnya sudah berjalan dan tidak mengalami kendala mendasar.
Menurutnya, sebagian dana telah lebih dulu disalurkan pada Jumat (5/6/2026) sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung operasional program MBG.
Tak hanya itu, pencairan dana juga kembali dilakukan pada Senin (8/6/2026) untuk sejumlah kebutuhan yang telah memenuhi persyaratan administrasi.
Baca juga: Nanik S Deyang Masuk Daftar 26 Orang yang Disebut di Korupsi MBG, Elza Bongkar Surat Sony Sonjaya
Nanik menegaskan bahwa pemerintah terus memproses penyaluran anggaran sesuai mekanisme yang berlaku agar pelaksanaan program tetap berjalan lancar.
Ia pun membantah anggapan adanya persoalan serius dalam pembayaran yang menjadi keluhan para investor.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa dana untuk program MBG tetap tersedia dan proses pencairannya masih berlangsung.
BGN menilai persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan aspek teknis penyaluran dana, bukan karena adanya hambatan pada ketersediaan anggaran pemerintah.
Sebelumnya, seorang pria tampak mengamuk saat dihadang petugas keamanan di lobi kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Orang-orang yang mendatangi kantor BGN meluapkan kemarahannya dan mendesak agar dapat bertemu Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang.
Sementara itu, dua orang lainnya yang mengaku datang dari Sumatera Utara, memblokade pintu gerbang kantor BGN.
Mereka menagih janji pemerintah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mereka biaya dengan uang pribadi.
Mereka juga menuntut agar BGN memberikan sanksi tegas dan menutup SPPG bermasalah.
"Itu kemarin dari tanggal 12 bulan tiga ke dapur Narumonda, terus tanggal 14 bulan tiga, sampai hari ini enggak dibayar, (besarnya) Rp120 juta," kata pemasok MBG asal Sumatera Utara, Helma Sirait yang merupakan salah satu orang yang mendatangi kantor BGN, Senin.
Baca juga: Nanik Terlibat Korupsi MBG? Mahfud MD Tanyakan Alasan Tak Diperiksa: Bisa jadi Ada yang Selamatkan
Para investor mengaku telah membangun dapur MBG di berbagai daerah, termasuk wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.
Namun, setelah tujuh bulan berjalan, fasilitas yang telah rampung dibangun disebut belum memiliki kejelasan operasional sehingga memicu kekecewaan dan kemarahan para investor.
Situasi semakin memanas setelah muncul dugaan persoalan dana talangan proyek MBG senilai Rp218 miliar yang menyeret nama mantan pimpinan BGN.
Mereka mempertanyakan keberlanjutan dari program MBG pasca mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Selama 7 bulan, kawan-kawan dari daerah membuat dapur seharga miliaran. Sampai detik ini, tidak ada kejelasan! Kami butuh negara hadir!” ujarnya dengan nada emosional di tengah barikade hidup petugas keamanan.
Suasana semakin memanas ketika para investor menegaskan loyalitas politik mereka demi menagih janji pertanggungjawaban dari pemerintah.
Ia menekankan, kehadiran mereka murni untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah terkait dana operasional yang berjalan di daerah.
“Kami butuh negara hadir! Kami tidak butuh kamu!” tegasnya.
Di tengah keriuhan tersebut, suasana nyaris tidak terkendali akibat aksi saling dorong.
Dalam bagian video lainnya tampak seorang investor berbicara dengan perwakilan BGN.
"Tidak bisa diubah, kami butuh profesionalisme. Bapak-bapak ini orang berpendidikan, tahu peraturan perundang-undangan, perubahan itu tidak bisa saat berjalan, sebelum berjalan harus dilakukan," katanya.
Ia juga berpesan ke Komisi IX DPR RI.
"Kami butuh pertanggungjawaban, Ibu Nanik sebagai Kepala BGN yang baru. Kita sama-sama membela negara ini, kita orang Prabowo juga, tapi kalau seperti ini, kami minta Pak Prabowo untuk hadir," katanya.
“Kami butuh pertanggungjawaban, Ibu Nanik sebagai Kepala BGN yang baru. Kita sama-sama membela negara ini, kita orang Prabowo juga! Tapi kalau seperti ini, kami minta Pak Prabowo untuk hadir,” tegas salah satu perwakilan investor.
(TribunTrends/TribunJatim)