Diduga Dibanting & Disetrum ke Tiang Listrik, Bocah 6 Tahun di Jakpus Koma, Trauma Berat saat Sadar
ninda iswara June 11, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana bermain yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang bocah berusia 6 tahun berinisial MWP di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Peristiwa tragis itu terjadi di Taman Kramat Pulo, ruang publik yang selama ini dikenal sebagai tempat bermain anak-anak dan berkumpulnya warga sekitar.

MWP diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh dua remaja sebelum akhirnya mengalami insiden tersengat aliran listrik.

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu malam, 7 Juni 2026, di area Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen.

Peristiwa itu sempat menyisakan banyak tanda tanya bagi keluarga korban yang berusaha mencari tahu penyebab pasti kondisi yang dialami sang bocah.

Rasa cemas dan penasaran mendorong keluarga untuk menelusuri setiap petunjuk yang mungkin dapat mengungkap kronologi kejadian sebenarnya.

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Singkawang Dipukul Palu oleh Temannya usai Main Game, Korban Alami Pecah Tengkorak

Upaya itu kemudian mengarah pada pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi taman.

Dari rekaman tersebut, keluarga mulai menemukan gambaran mengenai detik-detik yang diduga menjadi awal dari tragedi yang menimpa MWP.

Temuan itu membuka fakta baru yang mengarah pada dugaan adanya tindakan perundungan sebelum insiden sengatan listrik terjadi.

Kasus yang menyita perhatian publik ini pun memunculkan pertanyaan besar mengenai keamanan ruang bermain anak sekaligus pengawasan terhadap aktivitas remaja di fasilitas umum.

Horor di Balik Rekaman CCTV Taman

Nenek korban, Linda, menceritakan bahwa cucunya pamit bermain ke taman pada sore hari.

Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, ia mendadak menerima kabar mengejutkan dari anaknya, Vira, bahwa MWP ditemukan dalam kondisi kejang-kejang tak sadarkan diri.

Rasa janggal menuntun Linda untuk memeriksa rekaman CCTV taman.

Bak disambar petir, tangisnya pecah saat melihat rekaman tersebut.

Cucu kecilnya tampak diseret secara paksa oleh dua remaja berinisial LNG dan RVN menuju sebuah tiang di area taman.

Tiang besi tersebut ternyata mengalami kebocoran arus listrik arus kuat.

"Cucu saya sempat diseret dan dibawa ke tiang yang ternyata ada aliran listriknya, hingga menyebabkan cucu saya kesetrum," ungkap Linda dengan nada bicara bergetar menahan amarah, Rabu (10/6/2026).

Dibanting hingga Koma, Alami Trauma Berat saat Sadar

Di dalam rekaman, korban tidak hanya sengaja disengat listrik.

MWP juga diduga dibanting dengan keras oleh para pelaku hingga bagian belakang kepalanya mengalami benturan parah.

Bahkan, saat bocah 6 tahun itu sudah pingsan dan tidak berdaya, para pelaku disinyalir masih melakukan perlakuan keji yang tidak manusiawi.

"Cukup kejam juga," tutur Linda lirih.

Akibat tindakan biadab tersebut, korban sempat dinyatakan koma dan harus dilarikan ke ruang perawatan intensif Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Meski saat ini MWP dilaporkan sudah melewati masa kritis dan sadar dari komanya, luka psikologis mendalam kini menggelayuti jiwanya.

Bocah malang itu mengalami trauma hebat.

"Kalau sekarang sudah sadar, tapi dia masih sangat ketakutan setiap kali melihat atau bertemu dengan orang asing," beber sang nenek.

Baca juga: ART Lakukan Pengobatan Mistis di Riau, Korban Bocah 11 Tahun Meninggal dengan Luka Memar

BOCAH DIANIAYA TEMAN - (Ilustrasi) Bocah 6 tahun berinisial MWP diduga diseret dan dibanting oleh dua remaja ke tiang listrik yang bocor di Taman Kramat Pulo, Senen, hingga koma (Freepik)

Keluarga Tuntut Keadilan, Taman Ditutup Total

Pihak keluarga telah resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan perundungan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Linda menegaskan, pihak keluarga terpukul dan mempertanyakan mengapa hingga saat ini kedua remaja terduga pelaku belum juga ditahan oleh aparat.

Proses visum pun sempat tersendat lantaran belum terbitnya surat pengantar dari kepolisian.

"Saya hanya minta keadilan tegak untuk cucu saya yang masih berumur 6 tahun," tegas Linda.

Di sisi lain, mantan Ketua RT 06 RW 08, Asep, membenarkan adanya kebocoran listrik pada tiang taman tersebut.

Pascakejadian, laporan darurat langsung diteruskan ke pihak PLN dan Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat.

Guna kepentingan penyelidikan serta sterilisasi area, Taman Kramat Pulo kini ditutup total untuk umum.

Petugas telah melakukan perbaikan pada kabel dan tiang yang bocor demi memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh di fasilitas publik tersebut.

(TribunTrends/WartaKotalive)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.