Fenomena Api di Seyegan Masih Terjadi, Pemilik Rumah Ingin Ikhtiar Batin
Joko Widiyarso June 11, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fenomena kebakaran berulang di rumah Agusyani, Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, belum benar-benar reda. 

Meski intensitas mulai menurun, tapi api misterius yang muncul secara acak, masih terus terjadi. 

Hingga Rabu (10/6/2026), kasus kebakaran sudah memasuki hari ke-19 dengan 123 kemunculan titik api. 

Selain upaya penelitian ilmiah oleh para ahli lintas instansi untuk mengungkap fenomena ini, pemilik rumah juga ingin melengkapinya dengan ikhtiar batin melalui doa bersama. 

Agusyani mengatakan, acara doa bersama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (11/6) malam. 

Pihak keluarga mempertimbangkan waktu pelaksanaan di malam hari atau selepas ibadah Isya sekitar pukul 20.00 WIB. 

"Kami mengundang para tetangga sekitar, dan para relawan yang selama ini berjaga. Estimasi undangan sekitar 100 orang," ujar Agusyani, ditemui di rumahnya, Rabu (10/6/2026). 

Ada yang berbeda dari rangkaian doa bersama ini. Selain diisi dengan pembacaan Surat Yasin atau yasinan, pihak keluarga juga akan menyelipkan sosialisasi atau semacam agenda pemaparan hasil sementara kajian dari para ahli yang selama ini meneliti rumah mereka. 

Penyatuan ruang spiritual dan ruang ilmiah ini diharapkan bisa memberikan gambaran terang bagi warga sekitar. 

Pihak keluarga menaruh harapan besar agar misteri yang memicu lebih dari seratus titik api ini bisa segera terpecahkan. 

Kejelasan penyebab dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan rasa aman dan keselamatan di lingkungan mereka.

"Kami memohon doa, semoga segera menemukan jalan keluar dan penyebab pastinya lekas diketahui. Kami juga berharap para peneliti yang bekerja di lapangan selalu diberi kesehatan serta kemudahan. Kami juga berharap, semoga keluarga kami senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan menghadapi ujian ini," kata Agus. 

Alat khusus

Tim peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana melakukan pengecekan ulang di rumah Agusyani, untuk mengukur kepastian kandungan gas fosfin secara akurat menggunakan alat khusus. 

Dosen DTGL UGM, Dr. Sarju Winardi mengatakan, pihaknya menaruh perhatian besar untuk membuktikan dugaan keterlibatan gas fosfin, selain gas hidrogen yang sudah terdeteksi dalam fenomena kebakaran berulang yang terjadi di rumah Agusyani tersebut. 

"Ada kemungkinan tim melakukan pengecekan kembali, karena kemarin ada rencana mendatangkan alat untuk mengukur gas fosfin. Namun karena alatnya khusus, sampai saat ini belum datang dari vendor," ujar Sarju, Selasa (9/6/2026). 

Menurut Sarju, rencana ini dilakukan untuk pembuktian ilmiah yang lebih pasti. 

Sebab, keberadaan gas fosfin masih harus diuji.

Hal ini berbeda dengan kandungan gas hidrogen di lokasi tersebut yang sudah dipastikan keberadaannya melalui alat ukur yang digunakan tim pada pemeriksaan sebelumnya. 

Diketahui, pada Senin (1/6/2026), tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM ini, melalui pengukuran gas secara langsung di lokasi, menemukan adanya anomali gas hidrogen (H2) dengan konsentrasi yang cukup tinggi.

Dari hasil kajian sementara, tim menduga gas hidrogen ini berasal dari proses fermentasi limbah organik hasil pemotongan ayam. 

Tim juga mempertimbangkan kemungkinan adanya gas fosfin (PH3), yaitu gas yang dapat terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam. 

Gas fosfin memiliki karakteristik sangat mudah terbakar pada suhu kamar, tetapi relatif sulit dideteksi karena akan segera habis terbakar ketika bereaksi dengan oksigen di udara. (rif)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.