TRIBUNKALTARA.COM - Baru saja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merilis informasi gempa terkini di barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis (11/6/2026) pagi ini.
Sebagai informasi, BMKG merupakan lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis soal cuaca (meteorologi), iklim (klimatologi), hingga geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Daerah Tahuna adalah ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada di Provinsi Sulawesi Utara.
Tahuna merupakan kota kecil di ujung utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah internasional.
Informasi BMKG terbaru, menyebut gempa terkini Tahuna memiliki magnitudo 4.9.
Magnitudo gempa artinya ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf.
Waktu terjadinya gempa hari ini sekira pukul 06:26:27 WIB.
Lokasi gempa berada di titik koordinat 4.86 LU, 125.34 BT.
BMKG juga sebut pusat gempa terkini berada 139 km di barat laut Tahuna.
Info BMKG menyebut gempa terjadi di kedalaman 121 Km.
Info lengkap soal gempa bumi di Tahuna hari ini, bisa Anda lihat melalui media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG.
"#Gempa Mag:4.9, 11-Jun-2026 06:26:27WIB, Lok:4.86LU, 125.34BT (139 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:121 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis laman X resmi BMKG @infoBMKG.
Baca juga: Gempa Hari Ini M 4.2 Tahuna Sulawesi Utara Kedalaman 6 Km, Cek Info BMKG
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI dan dampaknya yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
Baca juga: Gempa M 3.5 Hantam Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut, BMKG: Lihat Pusat Gempa Terkini dan Kedalaman
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(*)