Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menggelar sosialisasi ulang Program Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Highland Wilayah Kota sekaligus mendorong pengembangan program produktif melalui pengelolaan kopi sebagai upaya meningkatkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi mereka.
Sosialisasi yang digelar di Jalan Irigasi Kanan, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (10/6/2026), itu merupakan bagian dari evaluasi setelah berakhirnya masa Perjanjian Kerja Sama (PKS) seluruh Pokja di wilayah kota.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK Fery Magai Uamang, Staf Divisi Ekonomi Highland Roberth Kailey, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Konvoi Warga Biak Satukan Berbagai Pendukung Piala Dunia 2026
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK, Fery Magai Uamang, mengatakan terdapat 15 Pokja di wilayah kota yang akan disosialisasikan kembali, sekaligus dievaluasi kinerja pengurusnya.
"Ada program yang berjalan dengan baik, ada juga yang kinerjanya kurang bagus. Melalui sosialisasi ini kami menentukan apakah pengurus lama dilanjutkan atau diganti berdasarkan masukan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat," ujarnya.
Ia mengungkapkan YPMAK mulai mengubah konsep pelaksanaan program di wilayah pegunungan dengan mengalokasikan sebagian anggaran untuk kegiatan yang bersifat produktif.
Baca juga: BMKG Sebut Seluruh Mimika Berawan, Warga Diminta Waspada Perubahan Mendadak
Selama ini sebagian besar kegiatan Pokja lebih banyak berfokus pada kebersihan lingkungan sehingga belum memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami akan mengambil sekitar 20 persen anggaran untuk pengelolaan kopi di wilayah gunung agar ada koperasi kopi yang dikelola masyarakat sendiri. Ini menjadi terobosan baru supaya ada program produktif yang hasilnya berkelanjutan," katanya.
Fery berharap konsep serupa nantinya dapat diterapkan di wilayah kota sehingga program Pokja tidak hanya berorientasi pada kegiatan kebersihan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Ada Diskon Tiket 30 Persen, Cek Jadwal Kapal Pelni Jayapura-Sorong Juni 2026
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mengusulkan pemecahan beberapa kelompok kerja karena cakupan wilayah dinilai terlalu luas serta meminta adanya penambahan anggaran.
Namun YPMAK belum dapat mengakomodasi usulan tersebut karena kondisi anggaran yang mengalami penurunan seiring berkurangnya dana yang diterima.
"Masukan itu masuk akal, tetapi saat ini kami belum bisa menindaklanjutinya karena kondisi anggaran yang ada memang sudah menurun," ungkapnya.
Ketua Pokja Wilayah Irigasi Kanan-Pertosea 2025, Obaya Magal, mengatakan program yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya berfokus pada penataan lingkungan, mulai dari pembersihan halaman, kebersihan lingkungan hingga penimbunan jalan yang rusak.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Kamis 11 Juni 2026: Mamberamo Raya Hujan Sedang di Pagi dan Siang Hari
"Program di Irigasi Kanan meliputi kebersihan halaman, kebersihan lingkungan, mengatasi banyaknya nyamuk, serta penimbunan jalan yang kondisinya kurang baik. Salah satu jalan sudah kami timbun sekitar 150 meter," ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat mengusulkan pemecahan kelompok kerja mengingat jumlah warga Amungme di wilayah tersebut cukup banyak. Menurutnya, selama pelaksanaan program tidak terdapat kendala berarti dan seluruh kegiatan berjalan sesuai harapan masyarakat.
Untuk program tahun 2026, Obaya mengaku belum menetapkan kegiatan yang akan dijalankan karena masih akan dibahas bersama masyarakat.
Baca juga: Selisih Rp3 Juta, Cek Perbandingan Spesifikasi Xiaomi 17T dengan Xiaomi 17T Pro
"Saya akan duduk bersama masyarakat untuk menentukan program apa yang akan dikerjakan, setelah itu baru kami tetapkan,"pungkasnya.(*)