Maskapai Mau Kunci Bagasi Kabin untuk Keselamatan Penumpang
GH News June 11, 2026 11:10 AM
Jakarta -

Evakuasi pesawat dirasa makin menyulitkan belakangan ini. Entah untuk alasan apa, penumpang lebih dulu menyelamatkan barang atau foto-foto saat situasi darurat.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mungkin terpaksa mengunci kompartemen atau bagasi kabin di atas kepala penumpang untuk mencegah penumpang mengambil barang bawaan dalam keadaan darurat.

IATA mengatakan bahwa pesawat yang lebih besar harus mampu melakukan evakuasi penuh dalam waktu 90 detik. Namun, badan tersebut mengungkapkan bahwa penumpang masih mencoba mengambil barang bawaan mereka dalam keadaan darurat meskipun telah disarankan untuk tidak melakukannya. Akibatnya detik-detik berharga terbuang.

Hal ini terlihat dalam catatan IATA, di mana penumpang memprioritaskan mengambil barang bawaan mereka, mengambil foto, dan mengambil barang-barang yang tidak penting daripada turun dari pesawat.

IATA kini meluncurkan kampanye "Selamatkan Nyawa, Bukan Tas" untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini.

Nick Careen, wakil presiden senior bidang operasi, keselamatan, dan keamanan badan tersebut, berpendapat bahwa masih banyak yang perlu dilakukan.

Ia menyampaikan bahwa penumpang tidak memahami seberapa cepat evakuasi harus dilakukan. Menurut angka statistik, empat dari 10 penumpang tidak menyadari bahwa mereka diharapkan untuk meninggalkan barang-barang mereka.

"Jika kita tidak melihat perubahan perilaku yang kita harapkan, maka kita harus sedikit lebih tegas, yang bisa berupa sanksi dan bisa juga sesuatu yang sederhana seperti mekanisme penguncian yang kuat pada kompartemen di atas kepala," ucapnya padaKamis (11/6/2026).

"Sanksi agak efektif, tetapi kecuali diterapkan secara konsisten, maka sanksi tersebut akan kehilangan efektivitasnya," jawabnya.

Meskipun sebagian besar penumpang tahu apa yang harus mereka lakukan dalam keadaan darurat, Careen menjelaskan bahwa beberapa detik yang dibutuhkan penumpang untuk mengambil bagasi mereka sangat penting.

"Itulah mengapa penting untuk membangun kebiasaan baik bagi semua pelancong, seperti memperhatikan demonstrasi keselamatan setiap kali dan menyimpan barang-barang penting, seperti paspor, uang, dan obat-obatan di saku mereka," jelasnya.

Penumpang harus memahami ada konsekuensi saat mengabaikan arahan awak kabin. Ia melanjutkan bahwa rencana ini perlu disetujui oleh maskapai penerbangan sebelum diimplementasikan.

Bryan Bedford, administrator Administrasi Penerbangan Federal, menambahkan bahwa mereka melihat semakin banyak penumpang yang tidak mengikuti instruksi awak kabin selama keadaan darurat.

"Pada saat-saat tersebut, kepatuhan sangat penting. Penumpang harus bertindak cepat, mengikuti instruksi tanpa ragu-ragu, dan meninggalkan semua barang bawaan mereka," pungkasnya.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.