Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan percepatan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait sehingga rampung sesuai target, yakni Juni 2026.
"Kami sangat optimistis untuk menyelesaikan penataan jalan. Kami lakukan berbagai percepatan dari berbagai sisi. Koordinasi juga dilaksanakan secara intensif," kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Sofiatun dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan Dinas Bina Marga DKI membagi pekerjaan sepanjang lebih dari 3,8 km itu menjadi enam segmen. Kemudian, menambah jumlah tenaga kerja, memastikan alat berfungsi dengan baik dan lengkap, serta material tercukupi.
"Kemudian, dari segi traffic, butuh koordinasi yang intensif dengan instansi terkait, dari Dinas Perhubungan DKI, kepolisian, agar masyarakat tidak banyak terganggu. Perlu ada pengaturan lalu lintas yang dinamis," ujar Sofiatun.
Target penataan jalan tersebut semula dijadwalkan rampung pada September 2026. Namun, dipercepat dan ditargetkan selesai sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Penataan jalan itu dilakukan mengingat kondisinya yang memerlukan perbaikan, termasuk menyatukan jalur lambat dan cepat untuk menghindari antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk.
"Ada separator, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Itu antrean kendaraan juga panjang. Jadi, bagaimana menyatukan jalan ini agar masyarakat lebih leluasa, bisa melintasi Jalan Rasuna Said. Kemudian, penataan area trotoar untuk memberikan kenyamanan seluruh pejalan kaki," tutur Sofiatun.
Selain itu, kata dia, dilakukan pula penyesuaian geometrik jalan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang-tiang penerangan jalan umum dengan konsep modern.
Pemprov DKI juga membongkar tiang monorel di koridor Jalan Rasuna Said serta memperbaiki saluran air, penerangan jalan umum, taman, dan perlengkapan jalan lainnya.
Total anggaran yang dialokasikan oleh Pemprov DKI sekitar Rp102 miliar untuk penataan kawasan tersebut secara menyeluruh.





