Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali berkobar.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengaku bahwa pihaknya akan mulai bernegosiasi dengan bom jika perlu.
Mengutip Tribunnews pada (11/6), hal itu diutarakan oleh Hegseth kepada wartawan pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat.
Perlu diketahui di awal, Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran yang dimulai pada Rabu (10/6) sore waktu setempat.
Hegseth menyatakan bahwa Presiden Trump sebenarnya bersedia kembali berperang jika diperlukan.
Tetapi, diakuinya juga telah memberi Iran kesempatan untuk membuat kesepakatan yang kini sudah ada di depan mata.
"Presiden Trump bersedia kembali berperang jika diperlukan, tetapi telah memberi Iran kesempatan untuk membuat kesepakatan ini," ujar Hegseth.
Namun, ia menilai pihak Iran justru memilih untuk bermain-main dan memanfaatkan kesempatan tersebut.
"Kesempatan itu sudah ada di depan mata. Namun, mereka memilih untuk bermain-main dan memanfaatkannya."
Lebih lanjut, Hegseth menegaskan bahwa jika Iran tetap bersikap demikian, presiden akan meminta bantuan Departemen Perang.
"Jika mereka ingin memanfaatkannya, maka presiden akan meminta bantuan Departemen Perang."
Ia mengancam bahwa jika Amerika Serikat perlu bernegosiasi menggunakan bom, mereka akan melakukannya karena mereka sangat mahir dalam hal itu.
"Jika kita perlu bernegosiasi dengan bom, kita akan bernegosiasi dengan bom, dan kita sangat mahir dalam hal itu."
Bahkan, mengklaim tidak ada yang lebih baik di dunia selain mereka.
"Tidak ada yang lebih baik di dunia ini."
Hegseth mengatakan bahwa CENTCOM akan sibuk malam itu.
"CENTCOM akan sibuk malam ini," kata Hegseth kepada wartawan pada Rabu waktu setempat.
Nyatanya, AS merealisasikan ancamannya, bahkan mengaku bahwa tindakan AS kali ini akan dilakukan secara tegas dan jelas.