Bacaan Injil Katolik Jumat 12 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan June 11, 2026 12:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Jumat 12 Juni 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik.

Renungan harian katolik disiapkan untuk hari raya hati kudus yang Mahakudus.

Hari Jumat warna liturgi putih.

Bacaan hari Jumat: Ul. 7:6-11; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7,8,10; 1Yoh. 4:7-16; Mat. 11:25-30 dan BcO Rm. 5:1-21 atau Rm. 8:28-39.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Jumat 12 Juni 2026, Hari Raya Hati Kudus yang Mahakudus

Bacaan pertama:

Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.

Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu? Bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?

Tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.

Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan.

Mazmur Tanggapan:

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bacaan  Kedua:

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Bacaan Injil Katolik:

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Renungan Harian Katolik

Allah menganugerahkan Putra Tunggal-Nya menjadi manusia sama seperti kita sebagai silih atas dosa-dosa kita. Ini merupakan perwujudan kasih-Nya yang besar agar kita bisa mengerti dan belajar tentang kasih sehingga kita dapat menjadi lebih saling mengasihi satu sama lain secara universal. Allah telah memilih Israel sebagai umat pilihan-Nya, bukan karena kelebihan mereka, melainkan karena kasih Allah sendiri. Ini menunjukkan bahwa Allah mencintai kita tanpa syarat. Allah adalah kasih dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Kasih Allah mendorong kita untuk saling mengasihi dan hidup dalam kasih itu. 

Dalam Injil hari ini, Yesus menawarkan kelegaan dan ketenangan bagi mereka yang datang kepada-Nya. Kita harus mengambil kesempatan ini untuk menyerahkan beban hidup kita kepada-Nya dan menerima kasih-Nya. Yesus berkata, "Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu." Ini merupakan undangan bagi semua orang yang merasa terbebani. 

Kita harus berusaha memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati seperti Yesus. Inilah kunci untuk kita mengalami ketenangan dan kelegaan yang Dia tawarkan. "Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan kamu akan mengalami ketenangan." Inilah ajakan untuk belajar dari sikap Yesus yang lembut dan rendah hati. Dengan demikian, kita mau mendalami kasih Allah dengan mengasihi sesama, dan datang kepada Yesus dalam keputusasaan. Kita mau belajar dari Yesus dan berusaha untuk memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati. 

Ya Bapa, nyalakanlah api cinta kasih-Mu dalam hati kami agar kami dimampukan untuk memberikan kesaksian atas cinta kasih-Mu kepada sesama. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.