1.200 Warga Gunung Lingkas di Tarakan Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng, Disalurkan Bertahap
Junisah June 11, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- 1.200 warga Kelurahan Gunung Lingkas, Tarakan, Kalimantan Utara terima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog Tarakan.

Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap oleh Kelurahan Gunung Lingkas mengingat keterbatasan ruang pelayanan dan jumlah penerima manfaat yang cukup banyak.

Pantauan TribunKaltara.com di Kantor Kelurahan Gunung Lingkas, tampak warga antre dipanggil namanya untuk melakukan verifikasi data penerima dan lanjut menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. 

Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Gunung Lingkas, Mila Safitri, mengatakan penyaluran bantuan pangan dimulai sejak Mei lalu dan ditargetkan tuntas sebelum batas waktu administrasi yang ditetapkan Bulog Tarakan pada 20 Juni 2026.

"Ini kegiatan penyaluran bantuan pangan. Untuk Kelurahan Gunung Lingkas itu penerimanya sebanyak 1.200. Kami di awal bulan Mei mulainya, dan Insya Allah terakhir diberi waktu oleh Bulog Tarakan tanggal 20 Juni," ujar Mila Safitri kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Penerima Bantuan Pangan di Nunukan Timur Naik 300 Persen, Lurah Sebut Banyak Warga Layak Terima 

Ia mengatakan, proses distribusi dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama sekitar 600 penerima manfaat telah menerima bantuan, sementara tahap kedua menyasar sekitar 600 penerima manfaat lainnya.

"Bukan kemarin, ini sudah kedua kali karena keterbatasan ruangan kami. Jadi dua kali. Kemarin yang sekitar 600 penerima, sekarang tinggal sekitar 600 lagi," katanya.

Mila menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek MinyaKita.

"Per orang itu 20 kilo beras, kemudian 4 liter minyak," jelasnya.

Untuk mengambil bantuan, warga diwajibkan membawa dokumen identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga asli, disertai fotokopi dokumen tersebut.

"KTP dan KK asli, kemudian fotokopi itu saja. Kemudian kantong plastik untuk tempat bantuan," ungkapnya.

Mila menegaskan data penerima bantuan berasal dari Bapanas dan diteruskan ke Bulog. Pihak kelurahan hanya melakukan verifikasi bersama ketua RT untuk memastikan penerima masih memenuhi syarat dan berdomisili di wilayah setempat.

"Datanya dari sana, dari Bapanas sendiri dan Bulog. Kemudian kita verifikasi ke RT," ujarnya.

Untuk penerima bantuan datanya sudah dimiliki Bulog kemudian menyerahkan ke kantor kelurahan. Penerima merupakan warga yang masuk  berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Jadi yang penerima itu di bawah Desil 5. Itu kami cek. Kami berkolaborasi dengan RT untuk menentukan kalau memang tidak ada di tempat atau meninggal, misalnya kita jadi carikan pengganti lagi warga yang di bawah Desil  5 tadi," katanya.

Artinya pengganti adalah mereka yang masuk desil 1 sampai desil 5 terdata di DTESN. Dalam proses verifikasi, pihak kelurahan menemukan cukup banyak data penerima yang perlu disesuaikan. Dari hasil pengecekan bersama RT, sekitar 680 penerima berhasil diverifikasi, sementara sisanya diganti dengan warga lain yang memenuhi kriteria.

Baca juga: Bulog Tarakan Salurkan Bantuan Pangan, Per KK Terima 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Selama 2 Bulan

"Kemarin kami verifikasi di DTSEN sama RT itu 680-an. Yang mengganti sisanya itu. Jadi yang meninggal, yang tidak ada di tempat, itu kami gantikan dengan orang yang masuk Desil 1 sampai 5 tadi," jelas Mila.

Dari 1.200 penerima, 200 lebih nama penerima berstatus di nol (0) di kolom RT. Kemudian diverifikasi ke RT. Dan di tingkat RT hanya ada 2-3 orang saja diketahui.  Sehingva diverifikasi lagi ke DTSEN lalu dikembalikan lagi data verifikasinya ke RT dan hasilnya didapatkan 680 pengganti. 

"Yang meninggal, ada yang tidak ada di tempat digantikan. Kemarin kami verifikasi di DTSEN 680-an. Dan sisanya yang menggantikan sisanya itu. Jadi 1.200 kurang 680, itu sisanya yang pengganti," ujarnya.

Artinya jika dikurangi, 1.200 dikurangi 680 yang ada di DTSEN, maka ada sekitar 520 warga pengganti penerima bantuan.

Ia menyebut peningkatan jumlah penerima bantuan tahun ini cukup signifikan dibandingkan program serupa pada akhir tahun lalu.

"Kalau November-Desember 2025 kemarin sebanyak 230 penerima. Tahun ini malah naik. Itu data dari mereka, kami hanya verifikasi data yang diberikan," ujarnya.

Mila menerangkan alur pengambilan bantuan dilakukan secara ketat menggunakan aplikasi khusus yang telah disiapkan pemerintah.

Penerima manfaat terlebih dahulu mengambil nomor antrean, menyerahkan fotokopi identitas, lalu dilakukan verifikasi data sebelum proses dokumentasi menggunakan aplikasi.

"Mereka datang, menerima nomor antrean, bawa fotokopi KTP, kemudian kami verifikasi lagi datanya. Setelah itu foto menggunakan aplikasi mereka," katanya.

Menurut Mila, penggunaan KTP asli menjadi syarat mutlak karena sistem akan otomatis menolak jika persyaratan tidak lengkap.

"Kalau memang tidak dipenuhi, aplikasinya tolak," tegasnya.

Selama proses penyaluran berlangsung, tercatat hanya satu warga yang tidak dapat menerima bantuan karena tidak membawa KTP asli.

PENYALURAN BANTUAN PANGAN - Bantuan Pangan Bapanas yang disalurkan Bulog ke kelurahan mulai didistribusikan ke penerima manfaat. Hari ini, Kamis (11/6/2026) bantuan masih didistribusikan.
PENYALURAN BANTUAN PANGAN - Bantuan Pangan Bapanas yang disalurkan Bulog ke kelurahan mulai didistribusikan ke penerima manfaat. Hari ini, Kamis (11/6/2026) bantuan masih didistribusikan. (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Ada yang ditolak karena KTP-nya hilang. Dia pakai fotokopi warna, ternyata ditolak. Solusinya kami sarankan membuat KTP dulu," katanya.

Untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran, pihak kelurahan terus melakukan koordinasi harian dengan para ketua RT.

Setiap hari dilakukan rekapitulasi penerima yang belum mengambil bantuan. Jika terdapat warga pengganti yang juga tidak mengambil bantuan, maka akan kembali dialihkan kepada warga lain yang memenuhi kriteria penerima.

"Makanya setiap hari kita rekap. RT mana saja yang belum, kami langsung koordinasi sama RT-nya. Kalau masih ada yang belum datang ambil, padahal dia sudah pengganti, dialihkan lagi ke orang lain. Pokoknya cari lagi orang lain," tutup Mila.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.