TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogja mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam ajang The World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, UNU Jogja sukses melesat ke peringkat 303 universitas paling inovatif di dunia, naik signifikan dari posisi 375 pada tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini tak hanya tecermin dari peringkat umum, tetapi juga melalui pengakuan global terhadap 11 program inovatif kampus yang berhasil menembus jajaran Top 100 dunia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata transformasi UNU Jogja dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.
Di sektor teknologi, UNU Jogja meraih posisi impresif di peringkat ke-6 dunia untuk kategori Digital and AI Transformation melalui inovasi aplikasi Green Team dalam tata kelola Smart Campus.
Di bidang lingkungan dan sosial, program Decarbonomics Center menempati peringkat ke-16 untuk kategori respon terhadap tantangan global, sementara program No One Left Behind bertengger di peringkat ke-24 sebagai inovasi sosial inklusif bagi mahasiswa rentan.
Kepemimpinan visioner kampus juga diakui melalui Professional Hub Transformation Program (PHTP) di peringkat ke-29. Inovasi lainnya turut menghiasi daftar prestasi, mulai dari smart farming berbasis perikanan (peringkat 37), dialog lintas iman (peringkat 38), hingga pendirian Mohammed Bin Zayed College for Future Studies (peringkat 45) yang berfokus pada studi masa depan.
Tak berhenti di situ, sistem irigasi cerdas berbasis IoT di Bantul, forum diskusi Monday Mindstorm, riset pemberdayaan masyarakat melalui Program Kosabangsa, hingga pameran seni nasionalisme "Indonesia 100 Persen" turut menempati posisi strategis dalam pemeringkatan kategori manajemen, riset lintas disiplin, serta reputasi merek universitas.
Pendiri WURI Foundation, Dong-sung Cho, menyatakan bahwa WURI bukan sekadar ajang pemeringkatan, melainkan gerakan global yang mengajak perguruan tinggi untuk merancang dunia menjadi lebih baik melalui inovasi yang relevan di tengah perubahan zaman yang cepat.
Sementara itu, Plt. Rektor UNU Jogja, Dr. Fahmy Akbar Idries melalui rilis pers yang diterima Tribun Jogja pada Kamis 11 Juni 2026, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi seluruh sivitas akademika.
Baginya, lompatan peringkat ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi kolektif dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
"Pengakuan global ini mencakup berbagai sektor strategis. Namun, seluruh lompatan teknologi dan sains yang kami lakukan tidak berdiri sendiri; semuanya berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Inovasi kami dirancang untuk membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas dan menjawab tantangan zaman dengan kepemimpinan yang visioner," tegas Dr. Fahmy.
Dengan sinergi antara nilai spiritual-kultural dan kemajuan teknologi, prestasi ini menjadi momentum strategis bagi UNU Jogja untuk terus melangkah sebagai episentrum inovasi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa sekaligus tatanan dunia yang lebih baik. (*)