Di Tengah Gejolak Global, GDST Bertahan dengan Pasar Lokal dan Ekspansi Produksi Baru 
Wiwit Purwanto June 11, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mencatat penjualan Rp469 miliar hingga Maret 2026 atau setara 17 persen dari target tahunan Rp2,7 triliun.

Di tengah tekanan harga baja global, perseroan tetap optimistis mengejar laba bersih Rp136 miliar hingga akhir tahun.

GDST Siapkan Strategi Kejar Target Penjualan

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) terus memacu kinerja usaha untuk mencapai target penjualan tahun 2026 sebesar Rp2,7 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, perusahaan telah membukukan penjualan Rp469 miliar dengan laba setelah pajak mencapai Rp13 miliar.

Direktur GDST Hadi Soetjipto mengungkapkan capaian tersebut setara 17 persen dari target penjualan sepanjang tahun ini.

"Target penjualan kami hingga akhir tahun 2026 adalah Rp 2,7 triliun. Dengan target laba setelah pajak 5 persen dari penjualan bersih atau Rp 136 miliar," kata Hadi saat public expose kinerja tahun buku 2025 dan kuartal I 2026 di kantor perseroan, Jalan Raya Margomulyo, Surabaya, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: BEI Gelar Public Expose Live 2026 untuk Perkuat Transparansi Pasar Modal

Selain laba bersih Rp13 miliar atau sekitar 2,8 persen dari penjualan, perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp31 miliar.

Untuk mengejar target tersebut, manajemen menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memperluas peluang pasar ekspor sekaligus mempertahankan pasar yang sudah berjalan di Singapura dan Malaysia.

Perseroan juga mengandalkan keunggulan layanan yang fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, mulai dari kuantitas pesanan, ukuran produk hingga waktu pengiriman.

Di sisi lain, perusahaan berupaya memperoleh bahan baku slab dengan harga yang lebih kompetitif serta skema pembayaran yang lebih fleksibel guna menekan biaya produksi.

"Termasuk diantaranya adalah semaksimal mungkin mengambil supplier dari dalam negeri," ujar Hadi.

Plate Mill 2 dan Pasar Domestik Jadi Andalan

GDST juga menaruh harapan besar pada proyek Plate Mill 2 yang saat ini masih berada dalam tahap uji coba produksi. Sejak November 2025, fasilitas tersebut telah menjalani proses percobaan dan hasil produknya diterima baik oleh pasar domestik maupun ekspor.

Dengan beroperasinya fasilitas baru tersebut, perusahaan berharap dapat memperluas variasi ukuran produk plat baja yang ditawarkan kepada konsumen.

"Saat ini progres pembangunan Plate Mill 2 sedang dalam tahap percobaan produksi bergantian dengan Plate Mill 1. Di harapkan paling lambat akhir 2026 bisa memasuki tahap produksi komersial," ungkap Hadi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, GDST mengakui terjadi koreksi nilai penjualan pada triwulan pertama 2026 dibanding target awal yang dipatok sebesar Rp639,74 miliar.

Menurut Hadi, penurunan tersebut bukan disebabkan melemahnya permintaan pasar, melainkan karena turunnya harga baja internasional yang cukup signifikan.

"Koreksi pada nilai penjualan di triwulan pertama murni disebabkan oleh volatilitas penurunan harga baja internasional. Sementara dari segi volume kuantitas penjualan riil di lapangan justru mencatatkan tren kenaikan yang positif," beber Hadi.

Untuk menjaga profitabilitas dan mempercepat arus kas, perusahaan lebih memprioritaskan pasar domestik yang menyumbang 96,94 persen dari total omzet triwulan pertama atau sebesar Rp455,05 miliar.

Sektor galangan kapal di Batam menjadi salah satu penyerap utama produk perseroan pada segmen pengguna akhir. Dukungan jaringan distributor dan stockist nasional yang luas juga dinilai membantu perusahaan mengurangi risiko piutang di tingkat hilir.

"Fokus pada pasar lokal ini menjadi strategi jitu manajemen dalam mengamankan perputaran arus kas (cash flow) agar berjalan lebih cepat. Selain itu, jaringan distributor dan agen besi (stockist) nasional yang kuat ikut membantu perseroan memitigasi risiko piutang dagang di tingkat hilir," pungkas Hadi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.